Indonesia @ccess Masuk Pasar Australia

Mohammad Mamduh    •    Senin, 26 Nov 2018 10:38 WIB
e-commercecorporate
Indonesia @ccess Masuk Pasar Australia
Reza Valdo Maspaitella, President dan CEO, Valdo Group.

Jakarta: Indonesia @ccess menandatangani kerja sama dengan Jumore Global, e-commerce Business-to-Business (B2B) asal Tiongkok saat berlangsungnya Indonesia-China Business Forum di Shanghai, pada 5-11 November 2018 lalu.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh President dan CEO Valdo Group, Reza Valdo Maspaitella dengan Chairman Jumore Global, Eric Lu, yang disaksikan oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, dan Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun.

Dalam kerja sama tersebut, perusahaan menargetkan hasil kerja sama transaksi crossborder B2B e-commerce ini akan meningkatan transaksi ekspor dari Indonesia ke Tiongkok senilai USD1 miliar (Rp14,5 triliun) pada akhir 2020.

Setelah bekerja sama dengan Jumore Global, Indonesia @ccess mengembangkan bisnisnya di berbagai negara, termasuk di Australia.

Indonesia @ccess hadir di Australia untuk membangun manfaat-manfaat bagi mitra usahanya, terutama untuk para UMKM dengan masuk langsung ke pasar Australia melalui Business and Investment Forum, yang akan diselenggarakan tanggal 21-22 Maret 2019 dan 23 Maret 2019 di Sydney, Australia.

“Saat ini, kami ingin memberikan lagi peluang bagi mitra usaha kami untuk turun langsung ke pasar di Australia tahun 2019 dengan memaparkan berbagai produk mereka melalui Indonesia @ccess,” ujar Reza Valdo Maspaitella, President dan CEO, Valdo Group.
 
Australia merupakan salah satu mitra dagang penting bagi Indonesia. Data Kementerian Perdagangan mencatat bahwa perdagangan Indonesia-Australia sepanjang Januari-Juni 2018 mencapai USD4,07 miliar, setara Rp 58,55 triliun.

Pada 2017, perdagangan kedua negara bahkan mencapai USD8,47 miliar atau sekitar Rp122,88 triliun, naik 1 persen dari tahun sebelumnya. 

Pada tahap awal, Indonesia @ccess membuka pintu selebar mungkin bagi para mitra usahanya untuk mengikuti forum tersebut. Namun, akan ada seleksi di tahap berikutnya sesuai dengan kebutuhan dan kategori yang di buat oleh Indonesia @ccess sendiri.

Selain pasar Australia, pada tahun 2019 mendatang Indonesia @ccess pun akan mengadakan pameran di Dubai untuk pasar Timur Tengah dan juga di Afrika Selatan untuk pasar Afrika.


(ELL)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.