Penuh Skandal, Jumlah Pengguna Facebook Tetap Bertambah

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 31 Jan 2019 12:08 WIB
media sosialfacebook
Penuh Skandal, Jumlah Pengguna Facebook Tetap Bertambah
Jumlah pengguna Facebook tetap tumbuh. (AFP PHOTO / JOSH EDELSON)

Jakarta: Satu tahun belakangan, ada banyak berita skandal tentang Facebook. Namun, itu tidak memengaruhi pendapatan Facebook.

Perusahaan media sosial itu baru saja memberikan laporan keuangan untuk Q4 2018 dan pendapatan mereka lebih tinggi dari perkiraan. Selain itu, jumlah pengguna mereka juga masih bertambah. 

Pada Desember 2018, ada 1,52 miliar orang yang menggunakan Facebook setiap hari. Angka ini naik sembilan persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pengguna aktif bulanan Facebook juga naik 9 persen, menjadi 2,32 miliar pada akhir Desember. 

Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, jumlah pengguna aktif harian dan bulanan Facebook naik 1,8 persen. Pertumbuhan Facebook pada kuartal ini memang tidak terlalu mengagumkan. Namun, ini menunjukkan bahwa Facebook masih bisa tumbuh walau sempat muncul tanda-tanda bahwa Facebook mulai stagnan. 

Fakta bahwa Facebook tumbuh juga menarik karena tahun lalu, ada banyak skandal privasi data yang melibatkan Facebook. Misalnya, skandal Cambridge Analytica, peretasan yang berujung pada bocornya data dari 50 juta orang, dan tuduhan bahwa mereka membantu penyebaran ujaran kebencian di Myanmar. 

Kuartal ini, jumlah pengguna Facebook juga naik di Eropa dan Amerika Serikat, meski sebelumnya, jumlah pengguna Facebook di kawasan itu stagnan atau justru berkurang. Facebook juga mengumumkan bahwa 2,7 miliar orang menggunakan salah satu dari empat aplikasi Facebook (Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger) setiap bulan. Sementara setiap hari, ada 2 miliar orang menggunakan salah satu dari empat aplikasi itu. 

Kabar buruknya, Facebook mengumumkan, jumlah akun palsu juga naik. Facebook mengumumkan, pada kuartal lalu, ada 116 juta akun palsu dan 255 akun duplikasi di media sosialnya. 

Meskipun begitu, Facebook tetap berhasil mendapatkan penghasilan sebesar USD16,91 miliar (Rp236,2 triliun) pada kuartal lalu. Sementara keuntungan per lembar saham mencapai USD2,38 (Rp33 ribu), juga lebih tinggi dari perkiraan analis. Nilai saham Facebook naik enam persen setelah laporan keuangan ini. 

Ini menunjukkan bahwa tidak peduli seburuk apa reputasi Facebook di mata masyarakat, dari segi bisnis, keadaan mereka tidak bermasalah. 


(ELL)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.