Huawei Kalahkan Apple dalam Distribusi Global

Lufthi Anggraeni    •    Sabtu, 03 Nov 2018 09:56 WIB
huawei
Huawei Kalahkan Apple dalam Distribusi Global
Huawei dilaporkan kembali berhasil mengalahkan Apple dan menempati posisi kedua dalam distribusi ponsel global.

Jakarta: Penelitian terbaru Strategic Analytics menyebut saat ini, industri smartphone global tengah dalam tahap resesi secara efektif. Pendapat serupa juga diungkap oleh International Data Corporation (IDC), sebab kedua perusahaan ini secara simultan merilis laporan Q3 2018 mereka.

Angka kedua laporan karya dua perusahaan tersebut sedikit berbeda, namun ide umum yang disampaikan keduanya serupa.

Pendistribusian smartphone di seluruh dunia kembali mengalami penurunan, antara enam hingga delapan persen jika dibandingkan dengan kuartal pada bulan Juli hingga September.

Presentasi enurunan tersebut diterjemahkan dengan jumlah mencapai sebanyak 355 atau 360 juta unit.

Ini adalah penuruan kuartal keempat berturut-turut di pasar. Peneliti pasar mulai meragukan perbaikan terkait pendistribusian ini akan berlangsung dengan cepat dan signifikan seperti yang telah diantisipasi sebelumnya.

Tidak seluruh vendor utama dunia yang mengalami penurunan distribusi akibat tingkat pergantian lebih lama, penumpukan persediaan di sejumlah wilayah, serta kurangnya inovasi desai hardware menarik.

Huawei dan Xiaomi dilaporkan berhasil mempertahankan tren, dengan persentase distribusi sekitar 32 persen dan 20 persen dari Q3 2017.

Seperti prediksi sebelumnya, hal ini memungkinkan Huawei untuk mengalahkan Apple untuk kedua kalinya secara berturut-turut, dengan jarak perbedaan sekitar lima juta unit, menempatkan Huawei di peringkat kedua dan Apple di peringkat ketiga.

Di peringkat pertama, Samsung dilaporkan mengalami kesulitan dalam mempertahankan posisinya dan kompetisi yang dihadirkan oleh dua kompetitor utamanya. Samsung dilaporkan mengalami penurunan distribusi signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sebesar 13 persen.

Selain itu, Samsung juga mengalami penurunan dalam hal pangsa pasar dari 21 persen atau 22 persen, menjadi sekitar 20 persen. Galaxy Note 9 dilaporkan sukses di pasar, tetapi Samsung masih harus menggenjot performa portofolio perangkat kelas menengah di pasar global.

Di sisi lain, perangkat high-end dan terjangkau karya Huawei hadir dengan performa yang baik, termasuk berkat dukungan sub-merek miliknya, Honor, dan perangkat unggulan seri P. Performa Huawei tersebut juga diprediksi akan meningkat berkat kehadiran seri Mate 20.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.