Cambridge Analytica Gunakan 87 Juta Profil Pengguna Facebook

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 05 Apr 2018 09:10 WIB
facebook
Cambridge Analytica Gunakan 87 Juta Profil Pengguna Facebook
Facebook mengungkap Cambridge Analytica menggunakan sebanyak 87 juta profil penggunanya.

Jakarta: Satu minggu sebelum co-founder dan CEO Mark Zuckerberg memberikan kesaksian pada House Energy and Commerce Committee, Facebook mengungkap informasi mengejutkan.

Pada unggahan blog, Chief Technology Officer Facebook Mike Schroepfer mengungkap jumlah baru terkait profil pengguna skandal Cambridge Analytica.

Schroepfer mengungkap jumlah profil pengguna Facebook yang digunakan Cambridge Analytica sebanyak 87 juta profil. Jumlah tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan informasi yang tersedia sebelumnya, yaitu berjumlah 50 juta pengguna.

87 juta profil pengguna seharusnya hanya dapat digunakan untuk penelitian yang dilakukan oleh peneliti Aleksandr Kogan. Namun, data tersebut kemudian dimiliki oleh konsultan politik Cambridge Analytica, yang bekerja sama dengan tim sukses Trump untuk menemukan presisi pengeluaran belanja ikan yang tepat. 

Schroepfer menyebut sebagian besar data profil pengguna Facebook dicuri pelaku kejahatan dengan cara menggunakan alat pencarian dan pemulihan akun. Cara ini memungkinkan pelaku kejahatan menemukan pengguna via nomor telepon dan alamat email. Informasi tersebut kemudian dikumpulkan dari profil Facebook mereka.

Untuk mencegah insiden ini terulang kembali, Facebook akan mengubah cara alat pemulihan akun berfungsi, dan akan menonaktifkan alat pencarian. Facebook juga akan membatasi jumlah data yang tersedia untuk diakses oleh aplikasi pihak ketiga.

Pada minggu lalu, Facebook menyebut bahwa perusahaannya tidak lagi akan mengizinkan pengiklan untuk menggunakan daya yang disediakan oleh pihak ketiga guna menargetkan periklanan.

Pada hari Senin selanjutnya, pengguna Facebook akan menemukan opsi pada bagian atas News Feed, menampilkan aplikasi yang memiliki akses ke informasi personal.

Facebook kini akan mengharuskan aplikasi untuk mendapatkan persetujuan dari perusahaannya sebelum dapat mengakses fitur Groups, Pages dan check-in pengguna. Informasi terkait nama dan foto profil anggota di grup kini terbatas untuk aplikasi, seperti daftar tamu untuk acara.

Facebook juga akan menghapus daftar panggilan berusia lebih dari satu tahun secara otomatis untuk pengguna Android yang berlangganan ke Messenger dan Facebook Lite, dan memilih mengizinkan Facebook melacak riwayat panggilan telepon dan pesan teks.

Baru-baru ini, sejumlah pengguna aplikasi Facebook versi Android menemukan vahwa Facebook melacak panggilan telepon dan pesan teks mereka selama beberapa tahun terakhir.


(MMI)

Oppo F7, Kamera Bagus Berkat Kecerdasan Buatan
Review Smartphone

Oppo F7, Kamera Bagus Berkat Kecerdasan Buatan

1 day Ago

Oppo menghadirkan pengalaman menggunakan kamera dan hasil foto yang baik dan menyenangkan, berk…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.