Apple Tidak Lagi Jual iPhone Bersubsidi

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 12 Jul 2018 09:41 WIB
apple
Apple Tidak Lagi Jual iPhone Bersubsidi
Apple dilaporkan diharuskan pemerintah Jepang untuk mengubah kontrak penjualan dengan operator.

Jakarta: Setelah sebelumnya diberitahu soal potensi pelanggaran regulasi anti-trust, kini, Japan Fair Trade Commission (FTC) menyebut kontrak penjualan Apple memaksa tiga operator besar Jepang menjual iPhone dengan diskon dari subsidi.

FTC menyebut bahwa kesepakatan ini mencegah operator seluler Jepang untuk menawarkan paket data bulanan berharga lebih terjangkau untuk konsumen. Karenanya, Apple dipaksa untuk mengubah kalimat pada kontrak penjualan dengan ketiga operator tersebut.

Jepang merupakan pasar terbesar kedua untuk iPhone di wilayah Asia setelah Tiongkok. Tahun lalu, Jepang berkontribusi sebesar delapan persen dari penjualan iPhone secara global.

Angka yang dilaporkan oleh pemerintah mengklaim bahwa iPhone memiliki pangsa pasar sebesar 50 persen di Jepang.

Menariknya, induk perusahaan Sprint, Softbank memiliki eksklusifitas untuk menjual iPhone di Jepang, sebagai hasil kesepakatan yang dilakukan dengan Steve Jobs pada tahun 2008 lalu.

Sementara itu, memaksa operator untuk menawarkan iPhone via dukungan subsidi berarti perangkat ini akan lebih terjangkau untuk konsumen di Jepang. Apple dilaporkan menerima pembayaran dalam jumlah yang sama dari operator untuk ponselnya.

Hal ini menyebabkan operator untuk harus berupaya mengatasi perbedaan, namun mereka telah menandatangani kontrak yang menjamin mereka untuk mendapatkan keuntungan. Sayangnya, kesepakatan ini disebut dapat merugikan konsumen Jepang.

Kini setelah Apple telah mengubah kontrak penjualan, operator Jepang tidak lagi berkewajiban untuk menjual iPhone dengan harga bersubsidi. Hal ini tidak berarti bahwa praktik ini akan segera berakhir di Jepang, namun juga tidak berarti bahwa konsumen segera tidak memiliki opsi lain jika ingin membeli iPhone.


(MMI)

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One
Review Smartphone

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One

10 hours Ago

Nokia 6.1 Plus jadi smartphone Android One yang layak menjadi pilihan di antara merek lainnya.…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.