Kominfo Kirim SP II ke Facebook

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 11 Apr 2018 10:40 WIB
kominfomedia sosialfacebookCambridge Analytica
Kominfo Kirim SP II ke Facebook
Kominfo mengirimkan SP II pada Facebook. (AFP PHOTO / Daniel LEAL-OLIVAS)

Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika mengirimkan Surat Peringatan Tertulis Kedua (SP II) pada Facebook kemarin. SP tersebut masih membahas tentnag penyalahgunaan data pribadi pengguna Facebook oleh pihak ketiga. 

Dalam skandal Cambridge Analytica, diketahui bahwa data dari 87 juta pengguna Facebook digunakan secara ilegal. Memang, sebagian besar pengguna yang datanya disalahgunakan berasal dari Amerika Serikat. Namun, ada satu juta pengguna Indonesia yang datanya ikut disalahgunakan. 

Melalui SP II ini, Kominfo memberikan Facebook peringatan, meminta perusahaan media sosial raksasa itu untuk memberikan penjelasan mengenai penyalahgunaan data oleh pihak ketiga melalui platform Facebook.

Kominfo juga meminta Facebook untuk menjamin perlindungan data pribadi pengguna, sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik. Sebagai Penyeleggara Sistem Elektronik (PSE), Facebook wajib memenuhi standar yang dimuat dalam Peraturan Menteri tersebut.

Selain itu, Kominfo meminta laporan tertulis dari hasil audit dari aplikasi dan fitur pada Facebook yang dikembangkan oleh pihak ketiga. Laporan tersebut akan digunakan untuk memperkirakan potensi masalah yang mungkin timbul, terutama terkait bagaimana data pribadi pengguna dieksploitasi. 

Selain Cambridge Analytica, diketahui ada perusahaan lain yang yang menggunakan modus serupa, yaitu CubeYou dan AggregateIQ. Ketiganya membuat kuis dan uji kepribadian yang mengumpulkan data pengguna Facebook kemudian digunakan secara ilegal.

Inilah yang mendasari Kominfo mendorong Facebook untuk menutup aplikasi dan fitur kuis karena berpotensi mengambil data pengguna dan digunakan secara ilegal. 

Sebelum ini, Kominfo juga telah mengirimkan Surat Peringatan Pertama pada 5 April lalu. Ketika itu, Kominfo meminta Facebook memberikan jaminan atas perlindungan data pribadi pengguna dan memberikan hasil rencana audit aplikasi dan fitur serta menutup aplikasi atau fitur terkait Cambridge Analytica. 

Sejauh ini, Facebook telah memberikan dua surat jawaban atas tiga surat yang dikirimkan oleh Kominfo. Namun, Kominfo menganggap, data yang Facebook berikan belum memadai. Hari ini, perwakilan dari Facebook akan menjawab panggilan Komisi 1 DPR RI terkait penyalahgunaan data pribadi pengguna. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.