ZTE Dilarang Beli Produk AS

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 21 Apr 2018 15:06 WIB
zte
ZTE Dilarang Beli Produk AS
ZTE mengaku larangan dari Departemen Perdagangan AS akan memengaruhi mereka.

Jakarta: Pemerintah Amerika Serikat melarang ZTE membeli hardware atau software dari persuahaan AS.

Alasannya karena mereka tidak melakukan apa yang telah mereka janjikan ketika mengaku bersalah telah mengirimkan perangkat dari AS ke Iran dan Korea Utara secara ilegal. 

Departemen Perdagangan AS mengatakan, ZTE masih memberikan bonus pada karyawan yang mengirimkan produk secara ilegal ini, meski mereka mengatakan tidak akan melakukan itu. Tidak hanya itu, dari 35 karyawan senior yang terlibat dalam kegiatan ilegal itu, hanya 4 orang yang dipecat. 

Sekarang, ZTE mengeluarkan pernyataan terkait keputusan AS tersebut. ZTE berkata, mereka berusaha untuk mematuhi peraturan AS dan telah mengeluarkan sumber daya yang tidak sedikit untuk mematuhi peraturan ekspor.

"Larangan ini tidak hanya akan memengaruhi keberlangsungan dan pengembangan ZTE, tapi juga mengganggu bisnis semua rekan ZTE, termasuk banyak perusahaan AS," kata ZTE seperti yang dikutip dari The Verge.

Lebih lanjut ZTE menyebutkan, mereka bisa saja membawa masalah ini pengadilan untuk "melindungi hak dan kepentingan perusahaan kami, pekerja kami dan pemegang saham kami dan juga untuk memenuhi kewajiban dan tangung jawab kami pada pelanggan global, pengguna, rekan dan penyuplai kami."

Sebuah memo internal yang bocor menunjukkan bahwa ZTE telah membuat krisis tim untuk mengatasi masalah ini. 

Sementara itu, Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris telah mengeluarkan surat pada operator telekomunikasi, memeringatkan mereka untuk tidak menggunakan peralatan atau layanan dari ZTE atas dasar kekhawatiran keamanan nasional.

Badan pengawas itu menyebutkan, salah satu alasan mereka mengeluarkan surat itu adalah karena tanggapan ZTE pada sanksi dari AS. Alasan lainnya adalah karena mereka khawatir akan adanya "interferensi eksternal" di sistem dalam negeri mereka dari Tiongkok. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.