Robot Bisa Bantu Perusahaan Menghemat

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 30 May 2018 14:29 WIB
robot
Robot Bisa Bantu Perusahaan Menghemat
Ilustrasi.

Jakarta: Universal Robot membantu JVC Electronics Indonesia (JEIN) untuk meningkatkan produktivitas, kualitas produk dan menghemat biaya hingga USD80 ribu (Rp1,1 miliar) melalui otomatisasi menggunakan robot. Tidak hanya itu, otomatisasi juga bisa membuat pekerja menjadi lebih aman. 

"Pengintegrasian teknologi robot kolaboratif sudah cukup luas dalam industri elektronik, memungkinkan dicapainya tingkat produktivitas yang lebih tinggi, meningkatkan keselamatan dan mengurangi beban karyawan dari tugas yang berulang dan berat," kata Shermine Gotfredsen, General Manager, Asia Tenggara dan Oceania, Universal Robots.

Di Indonesia, robot kolaboratif atau cobot telah digunakan di beberapa industri seperti otomotif, elektronik, alas kaki dan tekstil.

Universal Robots menjelaskan berbeda dengan robot tradisional, cobot biasanya tidak memiliki bodi terlalu besar dan dapat bergerak dengan lincah. Selain itu, cobot memiliki harga yang lebih terjangkau dan bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan. 



Industri elektronik adalah salah satu sektor yang menggunakan cobot. Dalam sektor ini, cobot digunakan untuk perakitan, inspeksi dan pengujian, pengepakan, pembuangan dan juga menata serta melapisi papan sirkuit. 

Pada tahun 2015, diketahui bahwa sektor industri elektronik adalah penyerap industri cobot terbesar kedua. Pada 2021, diperkirakan sektor industri elektronik akan menanamkan investasi sebesar USD475 juta (Rp6,6 triliun) dalam bentuk cobot. 

Di Indonesia, industrk elektronik merupakan penyumbang PDB (Pendapatan Domestik Bruto) terbesar keempat di sektor manufaktur.

Dengan wacana Making Indonesia 4.0, pemerintah berusaha untuk mengubah keadaan sektor industri. Salah satunya dengan fokus pada pengembangan robotika. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.