GSMA: Frekuensi 700MHz Bisa Dongkrak Perekonomian Indonesia

Cahyandaru Kuncorojati    •    Sabtu, 29 Sep 2018 20:16 WIB
telekomunikasi
GSMA: Frekuensi 700MHz Bisa Dongkrak Perekonomian Indonesia
Ilustrasi.

Jakarta: Dalam teknologi internet. kebutuhan spektrum atau frekuensi untuk menyediakan kapasitas dan kecepatan koneksi yang lebih besar sangat penting.

Riset yang dilakukan GSMA menunjukkan temuan bahwa alokasi frekuensi 700MHz untuk mobile broadband di Indonesia bisa berdampak positif.

GSMA menyatakan bahwa alokasi pita frekuensi tersebut untuk penggunaan mobile broadband bisa berkontribusi atas perekomian Indonesia sebesar USD11 miliar (RP161 triliun) selama periode 2020-2030.

Hal ini berkaca dari peran internet dan smartphone terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia lewat perekonomian digital. Menurut GSMA, langkah ini berpotensi meningkatkan pengguna internet mobile dari 102 juta di 2017 menjadi 185 juta di tahun 2025.

"Indonesia tinggal selangkah lagi untuk menjadi raksasa ekonomi digital di Asia Tenggara. Dengan langkah-langkah kebijakan yang tepat untuk mendorong investasi dalam pengembangan dan digitalisasi seluler, Indonesia berpotensi melampaui pasar lain dalam hal pertumbuhan ekonomi," jelas Kepadal Asia Pasifik GSMA Julian Gorman.

Menurut GSMA, tidak cukup dengan terus mengandalkan layanan 3G (900MHz) yang telah berhasil menghubungkan seluruh Indonesia. Ini karena pertumbuhan trafik data terus meningkat secara signifikan dalam 10 tahun ke depan.

GSMA menekankan bahwa saat ini banyak operator telekomunikasi menggunakan jaringan 4G (1800MHz) tapi pita frekuensi 700MHz memiliki karakteristik mampu memberikan jangkauan lebih luas dan lebih baik dengan infrastruktur yang lebih sedikit, dibandingkan yang digunakan untuk frekuensi tinggi.

"Dengan mengalokasikan pita frekuensi 700 MHz untuk seluler secara cepat, sembari menetapkan harga yang sesuai dalam jumlah yang cukup, konsumen bisa mendapatkan manfaat lebih besar dari penyelenggaraan jaringan yang lebih cepat dan harga eceran yang lebih rendah," beber kepala Spektrum GSMA Brett Tarnutzer.

"Spektrum vital ini penting untuk memperluas jangkauan kepada masyarakat Indonesia yang belum terhubung, dan meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan, terutama di daerah pedesaan," tambahnya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.