Lihat Peluang Inovasi Bisnis, Perusahaan Indonesia Beralih ke Open Source

Mohammad Mamduh    •    Rabu, 25 Jan 2017 12:18 WIB
red hatcorporate
Lihat Peluang Inovasi Bisnis, Perusahaan Indonesia Beralih ke Open Source
Ilustrasi: The Conversation

Metrotvnews.com, Jakarta: Red Hat mengumumkan hasil studi yang dilakukan oleh Forrester Consulting, atas prakarsa Red Hat, mengenai pemanfaatan open source dalam inisiatif inovasi digital di wilayah Asia Pasifik.

Hasil studi tersebut yang terangkum dalam Open Source Drives Digital Innovation mengungkapkan bahwa para pengambil keputusan TI di Indonesia tengah beralih ke open source guna mendorong efisiensi dan inovasi digital yang lebih baik.
 
Penelitian ini mensurvei 455 CIO dan pengambil keputusan TI senior dari sembilan negara di Asia Pasifik. Wawasan mendalam dari studi ini menunjukkan bahwa para responden dari Indonesia meyakini bahwa inovasi teknologi sangat vital bagi keberhasilan perusahaan mereka.
 
Responden dari Indonesia melaporkan bahwa perusahaan mereka telah mengimplementasikan open source (35 persen) atau berencana untuk memperluas implementasi open source (6 persen), sementara 59 persen responden berencana menerapkan solusi open source dalam 12 bulan ke depan.

Solusi open source menawarkan beragam keuntungan, di antaranya implementasi yang lebih cepat dan peningkatan fleksibilitas, yang dapat memungkinkan perusahaan untuk menghadirkan pengalaman pelanggan, layanan, dan produk-produk baru dengan lebih cepat.
 
Enam puluh sembilan persen (69 persen) responden dari Indonesia melihat open source sebagai suatu inisiatif penghematan biaya, sedangkan 31 persen meyakini bahwa open source merupakan suatu investasi yang strategis. Penelitian Forrester secara global menunjukkan bahwa sejumlah perusahaan semakin memanfaatkan open source sebagai solusi kelas enterprise berkualitas tinggi yang dapat menjalankan aplikasi-aplikasi penting atau mission critical.

Open source juga dapat menciptakan cara-cara baru dalam melibatkan dan mengembangkan standar dan kolaborasi. 39 persen responden dari Indonesia menggunakan open source untuk mendukung inovasi bisnis dengan kemampuan-kemampuan baru dan 43 persen menggunakannya untuk ikut serta dalam suatu ekosistem mitra-mitra inovasi yang terbuka. 

“Sangat menginspirasi saat melihat para pembuat keputusan TI di Indonesia berpikir melampaui pendekatan-pendekatan tradisional dan mengikuti jejak perusahaan-perusahaan lain yang berhasil dalam menerapkan inovasi digital melalui open source," kata Damien Wong, Vice President and General Manager, ASEAN, Red Hat.

"Open source tidak lagi hanya merupakan sebuah inisiatif TI, melainkan adalah sebuah strategi untuk menciptakan dampak bisnis yang nyata dengan mentransformasi dan memodernisasi tantangan-tantangan TI yang kompleks, serta mempercepat inovasi dan kelincahan.”

Hasil survei mengidentifikasi bahwa agar dapat bersaing dengan sukses di era pelanggan ini, serta dapat terus menghadirkan kemampuan-kemampuan operasional kelas dunia, responden dari Indonesia berencana untuk berfokus pada tiga prioritas bisnis dan TI berikut ini dalam 12 bulan ke depan, yaitu mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi operasional (59 persen), meningkatkan produktivitas karyawan (53 persen), dan meningkatkan kemampuan berinovasi (45 persen). 
 
Penelitian ini memprediksi bahwa dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun mendatang, peran open source akan semakin meningkat. Responden survei dari Indonesia mengantisipasi bahwa penggunaan open source di dalam perusahaan mereka dapat meningkat sebesar 63 persen sebagai bagian dari infrastruktur hybrid cloud lincah mereka dan sebesar 47 persen dalam hal pengembangan aplikasi dan lingkungan DevOps.


(MMI)

Honor 10, Saat Tampilan dan Fitur Premium Jadi Satu
Review Smartphone

Honor 10, Saat Tampilan dan Fitur Premium Jadi Satu

2 weeks Ago

Honor 10 menjadi smartphone flagship pertama Honor yang diboyong ke Indonesia.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.