Razer Akuisisi Startup Pembuat Smartphone Berbasis Cloud, Nextbit

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 31 Jan 2017 11:01 WIB
razer
Razer Akuisisi Startup Pembuat Smartphone Berbasis Cloud, Nextbit
Robin, smartphone berbasis cloud buatan Nextbit.

Metrotvnews.com: Tiga bulan setelah mengakuisisi perusahaan teknologi audio THX, Razer kini membeli perusahaan lain untuk memperluas jangkauan bisnisnya sehingga ia tidak melulu berkecimpung di hardware dan software untuk komunitas gamer.

Razer baru saja membeli Nextbit, startup yang membuat smartphone Robin. Startup itu didirikan oleh para ahli Android yang memiliki harapan besar untuk membuat ponsel baru yang berbasis pada cloud storage.

Nilai akuisisi ini tidak disebutkan, baik oleh Razer maupun Nextbit. Narasumber TechCrunch menyebutkan, ia memiliki nilai yang cukup besar.

Sebelum ini, Nextbit berhasil mendapatkan USD18 juta (Rp240 miliar) dari Accel, GV dan Dentsu kemudian mengumpulkan USD1.36 juta (Rp18,1 miliar) sebagai bagian dari kampanye pengumpulan dana yang digunakan untuk memasarkan smartphone Robin.

Razer akan memboyong 30 orang pegawai Nextbit. Salah satu pendiri dan CEO Razer, Min-Liang Tan berkata bahwa mereka berencana untuk mengembangkan produk baru dan tetap menggunakan merek Nextbit, yang akan bekerja sebagai unit bisnis mandiri.

"Kami adalah penggemar besar dari Nextbit," kata Min. "Baik teknologi pada ponsel dan juga teknologi storage berbasis cloud. Ada banyak potensi dan talenta."

Namun, akuisisi ini tidak termasuk ponsel Robin, yang memang tidak lagi dijual oleh Nextbit. Min mengonfirmasi bahwa Robin telah dihentikan, meski software dan ponsel yang telah diluncurkan akan tetap didukung selama 6 bulan ke depan. 

Terkait produk yang akan mereka luncurkan ke depan, Min tidak menjelaskan apakah Nextbit akan membuat sesuatu yang mirip produk lamanya atau membuat produk yang sama sekali baru.

"Kami akan membahas tentang hal ini setelah kami siap," ujar Min dalam wawancara.

"Dengan Nextbit, software dan talenta adalah hal yang ingin kami dapatkan. Kami punya rekam jejak yang baik untuk masuk ke pasar tradisional dan mengembangkannya."


(MMI)

Video /