Sistem Microsoft Bisa Mendengar Setajam Manusia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 19 Oct 2016 15:33 WIB
microsoft
Sistem Microsoft Bisa Mendengar Setajam Manusia
Microsoft berhasil mengembangkan engine pengenalan percakapan mereka. (AFP PHOTO / Josh Edelson)

Metrotvnews.com: Divisi Artificial Intelligence and Research Microsoft telah berhasil membuat sistem speech recognition yang dapat mendengarkan percakapan sebaik manusia. Sistem baru ini diumumkan Microsoft dalam sebuah blog post.

Tim dibalik teknologi baru ini menyebutkan, teknologi baru itu memang tidak sempurna, tapi ia telah mencapai "level yang sama dengan manusia", yang berarti, saat melakukan transkirpsi, jumlah kesalahan yang dibuat sistem sama atau lebih sedikit dari transkripsi yang dilakukan oleh manusia. 

CNET melaporkan, tingkat kesalahan sistem baru dari Microsoft ini turun menjadi 5,9 persen dari 6,3 persen pada bulan lalu. Pencapaian ini berarti, komputer akan dapat menangkap kata-kata yang digunakan dalam percakapan dengan lebih baik.

Sistem ini menggunakan jaringan syaraf untuk memproses data dalam jumlah yang sangat banyak sehingga ia dapat mempelajari pola yang ada. Teknologi ini menarik karena ia akan dapat digunakan pada software speech-to-text, termasuk asisten virtual, seperti Cortana milik Microsoft.

"Teknologi ini akan membuat Cortana menjadi semakin berguna, membuat asisten cerdas menjadi mungkin untuk diwujudkan," kata Harry Shum, Executive Vice President of the Microsoft Artificial Intelligence and Research.

Menurut Engadget, tujuan berikutnya yang hendak dicapai oleh Microsoft adalah meningkatkan kemampuan sistem ini sehingga ia bisa digunakan dalam keadaan sehari-hari, misalnya di jalan yang ramai atau ketika seseorang sedang berkendara. Mereka juga ingin agar sistem itu dapat mengenali beberapa pengguna sekaligus.


(MMI)

Gandeng Google, Lenovo Ciptakan Smart Display untuk Rumah Pintar
CES 2018

Gandeng Google, Lenovo Ciptakan Smart Display untuk Rumah Pintar

1 day Ago

Lenovo Smart Display menghadirkan layanan asisten digital Google Assistant dalam bentuk layar s…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.