Trump Jadi Presiden, Makin Banyak Orang Pakai Email Terenkripsi

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 12 Nov 2016 10:49 WIB
cyber security
Trump Jadi Presiden, Makin Banyak Orang Pakai Email Terenkripsi
Semakin banyak orang yang menggunakan email terenkripsi setelah Trump menjadi presiden. (Huffington Post)

Metrotvnews.com: Kemenangan Donald Trump yang tidak diduga merupakan kabar baik untuk penyedia layanan enkripsi end-to-end.

Baru saja, perusahaan Swiss Protonmail mengumumkan bahwa jumlah pengguna baru mereka telah meningkat 2 kali lipat sejak pengumuman kemenangan Trump pada hari Selasa lalu, meski perusahaan itu tidak mengumumkan angka pasti dari penambahan pengguna baru ini.

"Tidak peduli siapa yang Anda bela, sekarang, tidak bisa dipungkiri bahwa Trump telah memegang kendali atas NSA dan kami pikir, apa implikasi hal ini ke depannya adalah sesuatu yang harus dipikirkan," kata CEO Protonmail, Andy Yen.

The Verge melaporkan, perusahaan Swiss itu, yang sempat menjadi target serangan DDoS tahun lalu, adalah salah satu penyedia email terenkripsi end-to-end terbesar yang ada, dengan jumlah pengguna mencapai 2 juta orang. Biaya dari layanan yang mereka berikan didapatkan dari donasi berbagai badan dan pengumpulan dana, sehingga Protonmail tidak perlu mengumpulkan data pengguna untuk iklan.

Tingginya jumlah pengguna baru ini muncul setelah banyaknya kritik akan perusahaan-perusahaan yang mendapatkan pendapatan dari iklan seperti Google dan Facebook. Selain kritik, juga muncul permintaan agar perusahaan seperti Google dan Facebook mengurangi jumlah data pengguna yang mereka kumpulkan karena Trump telah terpilih sebagai presiden.

"Hal ini menunjukkan mengapa masalah ini penting," kata CEO Pinboard Maciej Ceglowski.


(MMI)

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng
Review Smartphone

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng

2 days Ago

Menjual daya tahan baterai yang awet dengan kebutuhan mobile gaming adalah perpaduan yang pas.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.