ISLA Klaim Mampu Bantu Efisiensi Biaya Operasional Perusahaan

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 01 Aug 2017 15:02 WIB
cyber securitycorporate
ISLA Klaim Mampu Bantu Efisiensi Biaya Operasional Perusahaan
Acara perkenalan Solusi ISLA Web Malware Isolation System.

Metrotvnews.com, Jakarta: SpaceX merambah pasar Indonesia secara tidak langsung melalui teknologi yang dihadirkan Cyberinc. Teknologi keamanan tersebut merambah Indonesia melalui solusi ISLA Web Malware Isolation System.

Solusi ISLA Web Malware Isolation System diklaim tidak hanya mampu membantu perusahaan dalam menjaga keamanan jaringan internet dan data pada perangkat, juga membantu mengurangi biaya operasional.

“Dengan menggunakan solusi ISLA, perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan karena kebobolan data yang disebabkan teknologi keamanan yang kurang baik, sehingga biaya operasional lebih efisien,” ujar Samir Shah, CEO Cyberinc.

Sehingga, perusahaan juga diklaim tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk memperbaiki dan memperkuat teknologi keamanannya, sebab ISLA Web Malware Isolation System menggunakan teknologi isolasi, memungkinkan jaringan terlindung dengan lebih baik dari serangan dari luar jaringan.

Solusi ISLA Web Malware Isolation System hadir dengan dukungan hardware dan software, yang akan mendapatkan update berkala dan diberikan tanpa biaya tambahan, sebab menjadi bagian dari kesepakatan dan pembelian.

Menanggapi tren penggunaan perangkat mobile yang kian pesat, terutama di Indonesia, Cyberinc berencana meluncurkan solusi keamanan ISLA dalam versi mobile pada pertengahan tahun kedua tahun 2017 ini.

Untuk solusi keamanan versi mobile ini, Cyberinc ingin menyediakan solusi untuk perangkat bersistem operasi Android terlebih dahulu, dan disusul dengan solusi untuk perangkat iOS. Namun saat ini, Cyberinc masih terfokus pada keamanan di end-point browser PC dan desktop.


(MMI)

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2
Review Smartphone

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2

2 weeks Ago

Xiaomi masuk industri smartphone selfie dengan merilis Xiaomi Redmi S2. Begini performanya. …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.