Pemblokiran Giphy Tuai Protes Warganet

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 27 Aug 2017 12:39 WIB
kominfo
Pemblokiran Giphy Tuai Protes Warganet
Situs Giphy.com.

Metrotvnews.com, Jakarta: Beberapa hari lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir Giphy.com, situs yang berisi database GIF dan dilengkapi dengan mesin pencari yang memungkinkan pengguna untuk mencari dan berbagi data GIF. Hal ini Kominfo sampaikan melalui akun resmi Twitter mereka. 

"#sobatkom perkenan sampaikan bahwa situs giphy dotcom telah dilaporkan masyarakat melalui kanal aduankonten.id krn adanya konten judi online," tulis Kominfo pada kicauannya. 

Keputusan Kominfo menuai banyak protes dari warganet. Ironisnya, banyak protes ini yang menggunakan animasi GIF. 
  Sama seperti emoji atau gambar, GIF biasanya digunakan untuk mengenkspresikan diri pada platform messaging atau media sosial. Animasi GIF telah ada selama lebih dari 30 tahun. Menariknya, meskipun internet terus berevolusi, GIF terus digunakan hingga saat ini. 

Giphy adalah salah satu mesin pencari untuk GIF. Menurut TechCrunch, per bulan Juli lalu, Giphy telah memiliki 200 juta pengguna aktif harian dan sekitar 250 juta pengguna aktif bulanan pada situsnya. Tidak hanya itu, Giphy menyebutkan, lebih dari 50 persen orang yang berkunjung ke situs mereka ingin mencari GIF yang mereka butuhkan. 

Itu artinya, Giphy dapat mendapatkan pendapatan dengan menyediakan iklan natif. Saat ini, tim Giphy membuat GIF dari acara-acara besar seperti Oscar secara gratis. Namun, ke depan, tidak tertutup kemungkinan, mereka meminta bayaran untuk melakukan ini. 

Selain itu, dikabarkan, Giphy tengah mempertimbangkan untuk membuat GIF iklan/sponsor. Model yang akan mereka gunakan serupa dengan Google. Jadi, misalnya Anda menggunakan kata kunci tertentu, yang muncul paling pertama adalah iklan. 


(MMI)