Celah di Facebook Buat Akun Pengawas Terorisme Bocor ke Publik

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 19 Jun 2017 11:23 WIB
media sosialfacebook
Celah di Facebook Buat Akun Pengawas Terorisme Bocor ke Publik
Bug di Facebook ini tetap ada hingga 2 minggu setelah ditemukan. (Shutterstock / endermasali)

Metrotvnews.com: Community Operations di Facebook adalah tim yang bertugas untuk meninjau grup dan profil pengguna Facebook yang diuga terhubung dengan kegiatan terorisme. Meski memiliki tugas penting, orang-orang ini biasanya dibayar dengan gaji yang tidak terlalu tinggi.

Sekarang, pekerjaan ini menjadi semkain berbahaya karena sebuah bug di Facebook mengekspos profil orang-orang yang bertugas mencari kegiatan terorisme tersebut.

Para moderator ini tahu bahwa ada sesuatu yang salah ketika mereka mendapatkan permintaan untuk menjadi teman ke akun pribadi mereka dari orang-orang dan organisasi yang sedang mereka selidiki, lapor Engadget. Tim keamanan Facebook kemudian menyadari bahwa ada bug yang menunjukkan profil Facebook para moderator ini ke grup yang para moderator selidiki dan hendak hentikan.

Ketika mengetahui hal ini, Facebook kemudian membuat sebuah tim yang terdiri dari peneliti data, operasi komunitas dan penyelidik keamanan, menurut email internal yang berhasil didapatkan oleh The Guardian. Namun, bug ini tetap ada 2 minggu setelah ia ditemukan. Head of Global Investigations Facebook, Craig d'Souza berusaha meyakinkan para moderator bahwa para teroris tidak akan tahu bahwa profil pribadi yang tampil di beranda mereka merupakan moderator.

Salah seorang moderator tidak ingin mengambil risiko itu. Dia melarikan diri ke Irlandia, yang dia datangi ketika masih kecil untuk mencari suaka dari Irak. Alasannya adalah karena dia tidak puas dengan sistem keamanan yang Facebook tawarkan, yang meliputi sistem alarm di rumah dan transportasi dari dan ke tempat krja.

"Hukuman dari ISIS untuk bekerja melawan terorisme adalah pemenggalan," ujar sang pekerja tak bernama. Sekarang, dia telah kembali ke Irlandia, walau dia tetap menuntut Facebook karena membuatnya mengalami trauma psikologis. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.