Samsung Masih Kuasai 70% Pasar Smartphone Premium Indonesia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 26 Sep 2017 08:06 WIB
samsunggalaxy note 8
Samsung Masih Kuasai 70% Pasar Smartphone Premium Indonesia
Galaxy Note 8 menjadi smartphone premium terbaru Samsung. (MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menurut GfK, pasar smartphone premium di Indonesia mencapai 15 persen dari total pasar smartphone. Angka ini naik dari 12 persen pada tahun lalu. So Djin Gie, Vice President IT & Mobile, Samsung Electronics Indonesia percaya, dengan peluncuran Galaxy Note 8, pasar smartphone premium masih akan terus berkembang. 

"Segmen premium ini penting sekali karena memberikan pengalaman yang jauh berbeda dari smartphone lain, karena teknologinya yang sangat canggih," ujar So Djin Gie dalam wawancara eksklusif di Djakarta Theater, Senin (25/9/2017). Sementara itu, Samsung menguasai 70 persen pasar smartphone premium di Indonesia. 

Apakah Samsung tidak khawatir dengan kemunculan iPhone X dari Apple? 

"Di Galaxy Note 8, kita punya dual camera, dual pixel, dual OIS untuk foto dan kamera, 2x optical zoom," kata Marketing Director IT & Mobile, Samsung Electronics Indonesia, Vebbyna Kaunang. Sebagai perbandingan, iPhone X, yang baru akan tersedia di Amerika Serikat pada awal November, juga dilengkapi dengan dua kamera belakang serta OIS.

Namun, Vebbyna menyebutkan, smartphone itu tidak melulu soal kamera. Dia menjelaskan, terkadang, pengguna juga bisa ingin bisa mengedit gambar, Karena itu, Samsung berusaha untuk menawarkan "nilai lebih" pada smartphone premiumnya.

"Salah satunya S Pen," kata Vebbyna. "S Pen bisa digunakan untuk mengedit atau bekerja." Memang, Samsung secara gamblang menyebutkan bahwa mereka mengincar para pelaku bisnis muda sebagai target Galaxy Note 8. Vebbyna bahkan menyebutkan, sudah banyak pihak perusahaan yang mengajak Samsung untuk bekerja sama dalam bentuk pengadaan smartphone premium terbaru Samsung tersebut. 

Sementara itu, pesaing Samsung lainnya, seperti Xiaomi, terlihat kesulitan untuk membawa smartphone flagship buatannya ke Indonesia. Ketika meluncurkan Mi 6 di Tiongkok pada bulan April lalu, pihak Xiaomi menyebutkan, mereka telah berhasil memenuhi peraturan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri).

Sayangnya, perusahaan asal Tiongkok itu menyebutkan, proses produksi Mi 6 masih terlalu rumit sehingga belum bisa dirakit di Indonesia. 

"Samsung selalu melihat potensi untuk melakukan transfer teknologi," kata Vebbyna saat ditanya terkait hal ini. "Indonesia merupakan salah satu pusat R&D software Samsung global." Selain pusat riset dan pengembangan, di Indonesia, Samsung juga cukup sering mengadakan berbagai kompetisi pembuatan software


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.