Diskriminasi Samsung Soal Galaxy Note 7 di Tiongkok

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 03 Oct 2016 09:46 WIB
galaxy note 7
Diskriminasi Samsung Soal Galaxy Note 7 di Tiongkok
Galaxy Note 7. (AP Photo / ahn Young-joon)

Metrotvnews.com: Masalah Samsung dengan Galaxy Note 7 yang rentan meledak tidak berhenti ketika mereka melakukan penarikan kembali dari smartphone tersebut. Samsung menghadapi masalah dengan konsumen dan pemerintah Tiongkok karena mereka tidak menarik kembali Galaxy Note 7 di sana.

Tiongkok merupakan pasar penting untuk vendor smartphone. Apple telah melakukan banyak hal untuk dapat memenangkan hati konsumen dan pemerintah Tiongkok. Salah satunya adalah dengan membangun pusat R&D senilai RP586 miliar di Beijing.

Menurut laporan Business Insider, Samsung kesulitan untuk memenangkan pangsa pasar di Tiongkok. Diperkirakan pangsa pasar Samsung di Tiongkok kini hanya mencapai 7,7 persen, turun jika dibandingkan pangsa pasar tahun lalu, yaitu 12,8 persen.

Karena itu, peluncuran smartphone terbaru Samsung harus sempurna. Muncul kabar bahwa Galaxy Note 7 untuk Tiongkok akan memiliki RAM 6GB. Namun, ketika Samsung meluncurkan Galaxy Note 7 di sana, tidak ada versi RAM 6GB.

Meskipun begitu, konsumen di Tiongkok tetap tertarik dengan munculnya smartphone baru yang lebih bagus. Sayangnya, Galaxy Note 7 lalu mulai meledak.

Ketika melakukan penarikan kembali dari Galaxy Note 7 di dunia, Samsung tidak menarik kembali Galaxy Note 7 yang ada di Tiongkok. Samsung menyebutkan, Galaxy Note 7 yang diluncurkan di Tiongkok tidak terpengaruh dengan masalah baterai karena memiliki pemasok baterai yang berbeda.

Namun, pada kenyataannya ada beberapa laporan yang menyebutkan bahwa Galaxy Note 7 di Tiongkok juga meledak. Bloomberg melaporkan, seorang konsumen bernama Hui Renjie membeli Galaxy Note 7 online dan mendapatkannya di akhir minggu. Kini Samsung telah mengambil ponsel itu untuk mengujinya.

"Samsung tidak berani membuat heboh di luar, tapi di Tiongkok, ketika ada ledakan yang terjadi, mereka menyalahkan orang lain," kata salah seorang pengguna, menurut laporan BBC News.

Media nasional Tiongkok, CCTV kini juga membahas tentang meledaknya smartphone terbaru Samsung. Mereka menuduh Samsung melakukan "diskriminasi" dan bertingkah sombong. Media itu marah karena Samsung segera meminta maaf saat Galaxy Note 7 meledak di Amerika Serikat, tapi hanya mengeluarkan pernyataan pendek bahwa masalah Galaxy Note 7 di Tiongkok bukan salah mereka.

Ada bukti lain bahwa pemerintah Tiongkok marah pada Samsung. Menurut laporan Asia News Network, kantor pemerintah di Chengdu, provinsi Sichuan melarang para pekerjanya menggunakan Galaxy Note 7 di kantor. Di sana, mereka melarang pengunjung untuk mengisi baterai Galaxy Note 7 mereka di tempat pengisian baterai yang telah disediakan, meski akhirnya mereka membatalkan keputusan ini.

Masalah dengan Galaxy Note 7 merupakan mimpi buruk untuk Samsung. Di Tiongkok, pangsa pasar mereka mulai diambil oleh manufaktur lain, karena itu, mereka harus meluncurkan smartphone baru yang sangat disukai konsumen. 

Keputusan Samsung untuk tidak menarik kembali Galaxy Note 7 yang bermasalah di Tiongkok dianggap sebagai Samsung yang meremehkan Tiongkok, meski terbukti bahwa Note 7 di sana memang tidak bermasalah.

Samsung mungkin tidak melakukan sesuatu yang salah di Tiongkok. Namun, mereka begitu panik dengan masalah di AS sehingga konsumen Tiongkok merasa diremehkan. Sekarang, Samsung telah mengeluarkan pernyataan minta maaf karena menyebabkan "kebingungan dan ketakutan" di Tiongkok. Namun, tampaknya mereka telah merusak reputasi mereka sendiri di sana.


(MMI)

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s
Review Smartphone

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s

4 days Ago

Polytron Prime 7s hadir dengan desain tipis dan ringan serta berkesan elegan, namun didukung ba…

BERITA LAINNYA
Video /