Masalah Galaxy Note 7 Bisa Bantu Google Pixel Sukses

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 12 Oct 2016 07:39 WIB
google pixel
Masalah Galaxy Note 7 Bisa Bantu Google Pixel Sukses
Google baru saja luncurkan Pixel. (CNET)

Metrotvnews.com: Samsung resmi menghentikan produksi dan penjualan Galaxy Note 7, hanya 2 bulan setelah ia diluncurkan. Meski efek dari masalah Galaxy Note 7 pada Samsung masih belum terlihat, satu hal yang pasti adalah ia merusak nama baik Samsung.

Lebih buruknya, Google baru saja meluncurkan smartphone buatannya sendiri, Pixel dan Pixel XL. Seperti yang disebutkan oleh Engadget, jika Google dapat memanfaatkan momen kegagalan Note 7, mereka dapat mengubah pasar smartphone Android. Hal ini bisa terjadi dengan cepat.

Tidak bisa dipungkiri, hilangnya Note 7 memunculkan celah kosong yang dapat diisi oleh Pixel XL. Meskipun begitu, harga yang tinggi dan keterbatasan ketersediaan Pixel membuat merek-merek seperti Samsung, Huawei dan LG kesempatan untuk bergerak. 

Sebagian orang menganggap, Samsung memulai tren "Phablet" dengan meluncurkan lini Galaxy Note. Model pertama jajaran Note yang Samsung luncurkan berlayar 5,3 inci, ukuran yang biasa sekarang ini, tapi terbilang cukup besar di eranya.

Sebagai perbandingan, ketika itu, iPhone hanya memiliki layar 3,5 inci. Selain itu, Samsung juga mempopulerkan strategi dua smartphone flagship.

Meskipun Samsung sering disebut meniru Apple, harus diakui, jajaran Note dari Samsung merupakan inspirasi untuk iPhone Plus. Kematian Note 7 bukan berarti Samsung akan berhenti membuat smartphone berlayar lebar, tapi, merek nama baik Galaxy Note mungkin terancam bahaya.

Inilah kesempatan yang bisa dimanfaatkan oleh Google.



Google memperkenalkan Pixel dengan slogan "dibuat oleh Google". Namun, kemungkinan, Google mendapatkan inspirasi untuk Pixel dan Pixel XL dari Samsung. Pixel yang berlayar 5 inci akan berhadapan langsung dengan Galaxy S7 yang berlayar 5,1 inci, sementara Pixel XL, dengan layar 5,5 inci, akan bersaing dengan Galaxy Note 7, yang memiliki layar 5,7 inci.

Tidak hanya itu, Google juga meluncurkan headset Daydream VR, yang merupakan pesaing langsung dari Gear VR dai Samsung. Meskipun Google mungkin tidak secara langsung menyerang perusahaan asal Korea Selatan itu, terlihat jelas bahwa apa yang Google tawarkan mirip dengan penawaran Samsung. 

Satu masalah yang harus Google hadapi adalah memastikan merek Pixel diingat oleh masyarakat. Hal ini gagal mereka lakukan dengan merek Nexus. Samsung kini mungkin memiliki masalah dengan Note 7, tapi penjualan dan popularitas merek mereka telah mendominasi pasar smartphone Android.

Pixel, dengan asisten AI dan fitur kamera memang menarik bagi para pecinta teknologi, tapi harga yang tinggi dan keterbatasan ketersediaan mungkin akan membuat tidak banyak orang yang melirik. Untuk itu, Google harus membuat Pixel XL lebih murah dan lebih mudah didapatkan,

Di pasar Amerika Serikat, Google bekerja sama dengan beberapa operator untuk menjual Pixel XL. Saat ini, Pixel XL hanya dijual secara eksklusif melalui Verizon, meski saat ini masih belum diketahui apakah perjanjian ini hanya bersifat sementara. Namun, dengan bekerja sama dengan lebih banyak operator, Google bisa menjual Pixel XL lebih cepat. 


(MMI)