Perusahaan Indonesia Mulai Utamakan Keamanan Siber

Mohammad Mamduh    •    Minggu, 03 Sep 2017 12:43 WIB
corporatetransformasi digitaldimension data
Perusahaan Indonesia Mulai Utamakan Keamanan Siber
Ilustrasi: transformasi digital

Metrotvnews.com, Senggigi: Tren transformasi digital di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Menurut Dimension Data Indonesia, korporasi Indonesia mulai menyadari pentingnya adopsi digital untuk menghadirkan inovasi dalam produk dan layanan mereka.

Meskipun begitu, masih ada banyak ruang yang perlu ditingkatkan, menurut Country General Manager Dimension Data Indonesia, Hendra Lesmana. “Edukasi perusahaan soal transformasi digital sudah cukup,” ungkap Hendra. “Langkah berikutnya adalah menentukan arah untuk perusahaan mereka.”

Ia menyebutkan, kebanyakan pelanggan Dimension Data Indonesia mengadopsi cloud hibrida, atau penggunaan cloud secara internal sekaligus eksternal.

“Pertimbangannya adalah ada beberapa layanan yang harus menggunakan cloud agar memberikan respons secara cepat kepada konsumen. Sedangkan data-data penting mereka simpan di jaringan internal.” lanjutnya. Banyak pelanggan Dimension Data Indonesia berasal dari sektor perbankan dan telekomunikasi, pada umumnya menerapkan hybrid cloud.

Selain itu, korporasi ini juga menyadari pentingnya keamaan siber yang mencukupi. Hendra mencontohkan, ketika satu perusahaan keuangan, baik asuransi maupun bank meluncurkan produk yang memanfaatkan digital, mereka harus memastikan jaringan sepenuhnya aman saat meluncur. “Jangan sampai ada yang membobol ketika acara pelucnuran berlangsung,” tegas Hendra.

Kesadaran akan pentingnya keamanan siber ini memang menjadi hal mutlak perusahaan dalam menerapkan transformasi digital. Pasalnya, serangan siber yang semakin terorganisir membuat celah keamanan yang paling kecil menghadirkan dampak yang fatal.

Belum tentu perusahaan yang dibobol mengalami kerugian finansial, mereka juga bisa menderita kerugian secara reputasi. Reputasi yang tercemar karena serangan siber biasanya memiliki dampak jangka panjang. Ini biasanya berdampak pada sulitnya mengembalikan kepercayaan konsumen.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.