Kecerdasan Buatan Ciptakan Bahasa Sendiri, Teknisi Facebook Panik

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 01 Aug 2017 13:00 WIB
teknologifacebook
Kecerdasan Buatan Ciptakan Bahasa Sendiri, Teknisi Facebook Panik
Ilustrasi. (The Next Web)

Metrotvnews.com: Sekarang ‌ini, banyak perusahaan teknologi yang berlomba-lomba mengembangkan kecerdasan buatan, menggunakan algoritma cerdas untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan. Di sisi lain, muncul kekhawatiran akan muncul AI "jahat" yang akan menjadi musuh manusia. 

Facebook baru saja menemui masalah yang menunjukkan bagaimana keceradasn buatan bisa menjadi lepas kendali. Menurut laporan BGR, para teknisi Facebook terpaksa harus mematikan sistem AI perusahaan setelah bot-bot dalam sistem tersebut mulai berkomunikasi dengan satu sama lain menggunakan bahasa yang sama sekali baru yang tidak bisa dimengerti oleh manusia.

Para bot AI ini pada awalnya diprogram untuk menggunakan bahasa Inggris sederhana untuk saling berkomunikasi dengan satu sama lain. Namun, kemudian, para bot ini ditemukan tengah berbicara menggunakan bahasa Inggris yang aneh. Kalimat seperti "Saya bisa saya bisa semua hal lain" atau "bola punya nol untukku untukku untukku untukku untukku untukku untuk" dikirim dari satu bot ke bot lain oleh AI.

Menariknya, meski manusia tidak mengerti apa yang coba disampaikan oleh para bot ini, mereka mengerti pesan yang dikirim. Tanpa tahu apa yang dibicarakan oleh para bot ini, Facebook tidak punya pilihan selain mematikan sistem tersebut. 

Bahaya yang muncul ketika bot bisa berkomunikasi dengan satu sama lain menggunakan bahasa yang tidak dimengerti manusia tidak hanya karena komunikasi tersebut tidak bisa dipahami, tapi juga itu berarti bot-bot tersebut menjadi sulit untuk dikendalikan.

Dalam kasus kali ini, para bot tidak terikat dengan bahasa manusia dan tampaknya telah mengembangkan cara berkomunikasi tersendiri dengan satu sama lain dan dapat mengambil keputusan secara mandiri. Kejadian ini memang mengagumkan, tapi juga menakutkan. 

CE Facebook, Mark Zuckerberg merupakan salah satu pendukung pengembangan kecerdasan buatan. Sebelum ini, dia bahkan sempat beradu dengan Elon Musk, pemimpin perusahaan teknologi besar lain, terkait pengembangan AI dan ancaman pada umat manusia karena keberadaan AI.


(MMI)

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2
Review Smartphone

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2

2 weeks Ago

Xiaomi masuk industri smartphone selfie dengan merilis Xiaomi Redmi S2. Begini performanya. …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.