Pengguna Aplikasi Bajakan Rentan Jadi Korban Tambang Bitcoin

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 29 Dec 2017 10:55 WIB
cyber security
Pengguna Aplikasi Bajakan Rentan Jadi Korban Tambang Bitcoin
Kepopuleran uang digital seperti bitcoin membuat hacker membobol sistem keamanan komputer untuk menambang bitcoin.

Jakarta: Bitcoin merupakan salah satu cryptocurrency atau mata uang digital yang tengah populer belakangan. Banyak pihak yang menggunakan segala cara demi mendapatkannya.

Salah satunya adalah dengan diam-diam membobol sistem komputer lain dan mengendalikannya sebagai tambang bitcoin

Hacker yang membuka tambang bitcoin di komputer korbannya tidak melakukannya dengan cara membobol paksa sistem keamanan komputer tersebut. Mereka memanfaatkan kebiasaan buruk korbannya, yaitu gemar mengunduh software bajakan.

Dijelaskan Kaspersky Lab, setiap software bajakan yang ditawarkan secara gratis sudah dibenamkan sebuah arsip yang berisi program mining. Pada saat software bajakan tersebut terpasang, program mining juga akan mulai berjalan secara diam-diam.

Program mining ini harus memiliki akun penampungan hasil penambangan bitcoin. Artinya, komputer korban juga dikendalikan dari jarak jauh oleh penjahat siber. 

Apa dampaknya bagi korban? Jelas perangkat komputer korban akan terbebani secara kinerja karena tereksploitasi. Usia komponen yang terpasang bisa lebih pendek.

Seperti yang diketahui juga kegiatan mining sangat berdampak terhadap konsumsi listrik, sehingga tagihan listrik yang diterima korban bisa membengkak tanpa alasan yang jelas. Jadi kerugian finansial juga mengancam para korbannya.

Oleh sebab itu, Kaspersky Lab menyarankan pengguna komputer hanya megunduh dan memasang software yang berasal dari sumber resmi, serta tidak lupa memasang sistem keamanan tambahan.


(MMI)

Lenovo Thinkpad X1 Teranyar Muncul di CES 2018
CES 2018

Lenovo Thinkpad X1 Teranyar Muncul di CES 2018

2 days Ago

Lenovo perkenalkan keluarga baru ThinkPad X1 yang terdiri dari tiga jenis perangkat sekaligus d…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.