Google Cloud Summit, Tanda Google Bidik Potensi Cloud di Indonesia

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 04 Dec 2017 06:58 WIB
googlecorporate
Google Cloud Summit, Tanda Google Bidik Potensi Cloud di Indonesia
Head of Google Cloud Southeast Asia Tim Synan membuka acara Google Cloud Summit di Jakarta, 28 November 2017.

Jakarta: Layanan cloud merupakan wadah bisnis bisa berkembang lebih jauh. Dalam acara Google Cloud Summit pertama di Indonesia yang digelar pada 28 November 2017 lalu di Jakarta, Google menunjukkan dampak positif layanan cloud bagi bisnis.

Google menyoroti pentingnya bagi para pelaku bisnis untuk menghadapi tantangan baru dan bergerak menuju cloud. Komputasi awan merupakan sebuah teknologi yang menitik beratkan pada kecepatan, kolaborasi, pengetahuan, dan transparansi, tak lupa machine learning atau pembelajaran mesin untuk mendasari semua hal tersebut.

"Mendengar perbincangan pelaku bisnis papan atas Indonesia berbicara mengenai bagaimana mereka telah menggunakan teknologi Cloud dan bagaimana teknologi tersebut telah membantu mereka berkembang sungguh menginspirasi dan menandai masa depan dari ekosistem Cloud di Indonesia," tutur Head of Google Cloud Asia Tenggara Tim Synan.

Oleh sebab itu dia mengaku tidak sabar untuk mengedukasikan serta menyediakan bagi pengguna layanan Google Cloud di Indonesia. Layanan Google Cloud bagi perusahaan teknologi tak terbatas dalam hal migrasi, namun juga dalam memadukan teknologi mereka dengan teknologi Google.

Lewat Google Cloud Platform, Google ingin mewujudkan sebuah perusahaan teknologi harus memiliki keahlian dalam hal jaringan, mobilitas, keamanan, pengelolaan data, serta kemampuan untuk dapat terus menyediakan layanan berperforma tinggi dengan biaya yang rendah.


(MMI)

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT
Review Game

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT

1 day Ago

Dissida Final Fantasy NT merupakan game sekaligus fan service bagi penggemar dan pengikut setia…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.