Apple Siapkan Chip Pengatur Daya Spesial untuk iPhone 2018

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 01 Dec 2017 13:17 WIB
apple
Apple Siapkan Chip Pengatur Daya Spesial untuk iPhone 2018
Apple dilaporkan tengah mengembangkan chip management daya sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada produsen komponen pihak ketiga.

Jakarta: Apple berupaya mengurangi ketergantungannya pada pemasok pihak ketiga.

Pada awal tahun ini, Apple menghentikan kerja sama dengan produsen GPU, Imagination Technologies dan memperkenalkan chip grafis karyanya pada prosesor A11.

Apple kini tengah merancang chip manajemen daya karyanya, dan diperkirakan terpasang pada iPhone keluaran tahun 2018. Menurut Nikkei Asian Review, chip manajemen daya tersebut diklaim sebagai yang tercanggih di industri teknologi.

Chip manajemen daya itu mengendalikan konsumsi daya dan kemampuan pengisian daya dari iPhone. Hal ini memungkinkan perangkat Apple dengan dukungan chip ini akan hadir dengan keseimbangan usia baterai dan performa yang superior, serta pengisian daya cepat.

Sementara itu, pengembangan terbaru tersebut menjadi permasalahan untuk Dialog Semiconductor, pemasok ekslusif untuk komponen tersebut saat ini. Apple berkontribusi sebanyak 74 persen dari pendapatan Dialog pada tahun 2016 lalu.

Sehingga tidak mengherankan jika harga saham Dialog mengalami penurunan sebesar 19 persen setelah berita terkait pengembangan chip tersebut beredar. Menurut laporan, Apple berencana menggunakan chip buatannya pada 50 persen iPhone keluaran tahun 2018.

Namun, perubahan tersebut berpotensi mengalami penundaan hingga tahun 2019. Laporan tersebut turut menyebut bahwa chip khusus Apple tersebut akan diproduksi oleh perusahaan asal Taiwan, TSMC.

Ambisi Apple untuk mengurangi ketergantungannya pada pemasok dinilai dapat menjadi strategi yang baik. Selain membayar biaya lisensi lebih kecil, Apple juga akan dapat mengonsolidasikan rantai produksinya untuk dapat bersaing dengan lebih baik.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.