Aplikasi Keyboard Swype Bakal Ditutup

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 22 Feb 2018 17:17 WIB
aplikasi
Aplikasi Keyboard Swype Bakal Ditutup
Aplikasi Swype yang membuat penggunanya bisa mengetikkan kalimat hanya dengan menyapukan jari atau swipe-gestures typing.

Jakarta: Aplikasi keyboard Swype tidak asing bagi pengguna smartphone Android. Aplikasi tersebut kerap hadir sebagai bawaan pada beberapa merek smartphone.

Kabar buruknya, aplikasi yang dikenal dengan fitur swipe-gestures typing dinyatakan tidak aakan mendapatkan pembaruan lagi untuk Android dan iOS, termasuk tidak tersedia lagi di toko aplikasi.

Nuance, developer aplikasi tersebut menyatakan mereka berhenti mengembangkan aplikasi tersebut untuk beralih ke produk lainnya yang belum dijelaskan. Bagi pengguna yang sudah menggunakan Swype aplikasi tersebut masih bisa terus digunakan.

Dikutip dari XDA Developer, pihak Nuance mengatakan bahwa perusahaannya meninggalkan segmen bisnis direct to consumer. Mereka menyatakan tenagh berfokus ke pengembangan AI untuk segmen bisnis atau enterprise alias B2B.

Meskipun AI menjadi salah satu elemen yang menjadi basis dari aplikasi Swype, Nuance tampaknya melihat pengembangan AI untuk segmen bisnis lebih potensial ketimbang menggunakan AI hanya untuk menebak kata atau mendikte kalimat yang ingin ditulis pada ponsel.

Seperti yang diketahui pada tahun 2011, Nuance membeli perusahaan Swype dengan nlai USD100 juta (Rp1,3 triliun). Saat itu Nuance sudah terkenal dengan pengembangan speech recognition bernama Dragon Dictation di iOS berbasis Siri.

Berhentinya dukungan ke aplikasi Swype akan membuat aplikasi ini tidak akan mendapatkan pembaruan, dan rawan dimanfaatkan oleh penjahat siber. Jadi pengguna smartphone dengan aplikasi Swype diharapkan untuk berhati-hati menggunakannya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.