Kirimkan 850 Ribu Unit, BlackBerry Anggap Itu Sukses

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 27 Feb 2018 15:19 WIB
blackberry
Kirimkan 850 Ribu Unit, BlackBerry Anggap Itu Sukses
Masih banyak orang yang tidak tahu ponsel BlackBerry telah menggunakan Android. (AFP PHOTO / Glenn CHAPMAN)

Jakarta: TCL meluncurkan BlackBerry KEYone pada Mobile World Congress 2017. Satu tahun kemudian, mereka membahas tentang apa yang telah berhasil telah mereka capai dan rencana mereka ke depan. 

Francisco Jeronimo dari IDC menyebutkan bahwa hanya ada 850 ribu perangkat BlackBerry yang dikirimkan pada tahun lalu. Jika dibandingkan dengan perusahaan pembuat smartphone lain seperti Samsung dan Apple, angka itu sangat rendah.

Menariknya, menurut The Verge yang berbicara pada dua anggota tim BlackBerry Mobile, perusahaan menganggap jumlah penjualan mereka pada tahun lalu sebagai kesuksesan. 

BlackBerry dan TCL memasuki tahun ini dengan "kepuasan bahwa misi terlaksana". Tampaknya, misi keduanya bukanlah tentang jumlah penjualan tapi ketersediaan perangkat mereka untuk konsumen. Ponsel KEYone tersedia dalam berbagai metode penjualan langsung dan BlackBerry puas dengan itu. Mereka berencana untuk meluncurkan dua ponsel baru tahun ini. 

Chief Commercial Officer BlackBerry Mobile, Francois Mathieu mengatakan bahwa perusahaan ingin bisa menguasai sekitar tiga sampai lima persen dari pasar smartphone premium. "Ini tidak harus menjadi bisnis niche," katanya.

"Saya tidak akan puas dengan pangsa pasar yang hanya kurang dari satu persen selamanya."

Untuk bisa menguasai pangsa pasar itu, maka BlackBerry harus bisa menjual sekitar 10 juta unit per tahun, menurut analis Counterpoint Research, Neil Shah. Namun, menurutnya, hal itu masih sulit untuk dicapai oleh BlackBerry.

Salah satu alasan mengapa tidak banyak konsumen yang tertarik membeli perangkat BlackBerry adalah banyak orang yang masih tidak tahu bahwa perangkat BlackBerry kini menggunakan Android sebagai sistem operasi. BlackBerry harus berjuang ekstra keras untuk membuat konsumen tahu akan hal itu. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.