Google Assistant Bisa Deteksi Judul Lagu Sekitar

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 07 Nov 2017 13:16 WIB
google
Google Assistant Bisa Deteksi Judul Lagu Sekitar
Google mengumumkan kemampuan baru Assistant untuk mengidentifikasi lagu yang diputar di sekitar.

Metrotvnews.com: Google mengumumkan bekal kemampuan untuk mengidentifikasi lagu yang diputar di sekitar pengguna, melalui update yang resmi digulirkannya mulai 6 November waktu Amerika Serikat. Update tersebut bergulir secara bertahap untuk seluruh perangkat Android.

Untuk memanfaatkan kemampuan ini, setelah meluncurkan Google Assistant, pengguna dapat bertanya "lagu apa ini?" atau "lagu apa yang tengah diputar?" dalam bahasa inggris. Kemudian Assistant akan menampilkan jawaban berisi informasi terkait judul lagu, seniman, lirik, serta tautan streaming YouTube, Google Play Music dan Spotify.

Pixel 2 dan Pixel 2 XL berbekal kemampuan untuk secara pasif mendengarkan musik yang diputar di sekitar pengguna dan mengidentifikasikan lagu di layar. Namun, identifikasi lagu baru akan muncul setelah sekitar mendengarkan lagu selama satu menit, dan hanya dapat mengidentifikasi lagu popular.

Sebelumnya, fitur ini hanya tersedia pada perangkat di lini Pixel, dan kemudian Google memutuskan untuk menghadirkannya ke perangkat dengan dukungan Google Assistant lainnya. Google juga memperkenalkan Files Go, aplikasi Android gratis yang diklaim dirancang membantu pengguna mengelola ruang penyimpanan lebih cerdas, dan menjaga ponsel lebih rapi dan terorganisir.

Sementara itu, sebagian pengguna Pixel 2 XL melaporkan melalui forum internet Reddit bahwa ponsel mereka tidak dilengkapi dengan sistem operasi Android. Ketika mereka pertama kali menyalakan smartphone, hanya muncul kalimat "tidak ditemukan sistem operasi yang valid". Setelah itu, pengguna tidak bisa melakukan apapun.

Google juga mengumumkan Google Poly, salah satu karya Google sebagai pionir ekosistem digital berbasis open source. Google Poly menjadi gudang atau perpustakaan yang berisi seluruh objek animasi dalam bentuk 3D.

Google Poly berperan sebagai sebuah gudang atau perpustakaan tempat berbagai desain objek 3D yang bisa langsung dipergunakan atau dimodifikasi lagi.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.