Google Poly Jadi Gudang Desain Objek 3D untuk Pengembang Aplikasi

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 02 Nov 2017 14:38 WIB
google
Google Poly Jadi Gudang Desain Objek 3D untuk Pengembang Aplikasi
Layanan Google Poly akan sangat membantu developer yang kesulitan dan tidak mau memakan waktu menciptakan sebuah desain objek 3D dari awal.

Metrotvnews.com: Google Poly adalah salah satu karya Google sebagai pionir ekosistem digital berbasis open source. Google Poly menjadi gudang atau perpustakaan yang berisi seluruh objek animasi dalam bentuk 3D.

Teknologi augmented rality (AR) dan virtual reality (VR) tengah populer saat ini seiring semakin banyaknya perangkat teknologi yang mendukung dua ekosistem teknologi tersebut. Permasalahannya, para developer paham bahwa pengembangan kedua ekosistem teknologi tersebut memiliki banyak pekerjaan yang harus selesaikan.

AR dan VR dipahami sebagai sebuah dunia baru yang didalamnya terbentuk dari teknologi digital. Sebagai sebuah dunia, tentu saja ada banyak sekali objek yang harus ada di dalamnya. Pembuatan objek ini yang memakan waktu para developer.

Google Poly berperan sebagai sebuah gudang atau perpustakaan tempat berbagai desain objek 3D yang bisa langsung dipergunakan atau dimodifikasi lagi.

Hal ini jelas sangat membantu para developer menghemat waktunya ketimbang harus membuat desain 3D sebuah objek dari awal. Google menyebutkan, pengembangan Google Poly ditujukan untuk mempermudah proses pengembangan dunia AR dan VR.

Pihak Google mengaku mengizinkan siapapun untuk menggunakannya, baik menggunakan langsung atau memodifikasinya lebih lanjut. Permintaan pihak Google hanya satu yakni setiap penggunanya juga ikut berkontribusi dengan membagikan karya desain objek 3D mereka ke layanan Google Poly untuk memperkaya daftar objek yang ada di dalamnya.

Layanan Google Poly terintegrasi dengan aplikasi desain bergaya VR milk Google bernama Google Blocks dan Google Tilt Brush. Google mengklaim bahwa seluruh objek dari Google Poly bisa dipergunakan untuk sebagian besar platform AR dan VR, tidak hanya Google.




(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.