Registrasi Ulang Pelanggan, Bisnis Operator Bisa Lebih Sehat

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 11 Oct 2017 15:00 WIB
kominfotelekomunikasi
Registrasi Ulang Pelanggan, Bisnis Operator Bisa Lebih Sehat
Menteri Kominfo Rudiantara bersama Ditjen Dukcapil dan perwakilan tiap operator seluler

Metrotvnews.com, Jakarta: Hari ini pemerintah melalui Kemenkominfo menginstruksikan lewat para operator seluler untuk meminta pelanggan mereka melakukan registrasi ulang.

Menteri Kominfo RI Rudiantara bersama dengan seluruh operator seluler menggandeng Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) untuk memanfaatkan database penduduk Indonesia supaya operator bisa memvalidasi data pelanggannya.

"Harus diakui bahwa selama ini operator hanya menerima registrasi pelanggan saja tapi tidak bisa memvalidasi data pelanggan yang diserahkan. Jadi selama ini operator hanya menyebutkan jumlah pelanggannya berdasarkan angka kartu SIM yang terjual, bukan data yang valid," ungkap Rudiantara di kantornya Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat hari ini (11/10/2017).

Dia menceritakan bahwa behaviour pelanggan di Indonesia kebanyakan 'beli, pakai, buang". Di sisi lain hal ini sebetulnya merugikan bisnis operator juga sebab biaya yang dikeluarkan untuk mencetak kartu SIM jadi tidak terkendali padahal ujungnya dibuang. Makanya menurut Rudiantara jika satu kartu hanya berisi satu identitas pelanggan artinya operator bisa menekan pengeluarannya.



"e-KTP memungkinkan Ditjen Dukcapil memiliki database, itu dimanfaatkan oleh operator untuk validasi," imbuh Rudiantara.

Registrasi ulang dan validasi data pelanggan juga bisa membantu operator bersama pemerintah ikut menangani konten negatif yang disebarkan oleh pihak tidak bertanggung jawab, misalnya ketika ada laporan hate speech bisa ditelusuri identitas pelakunya termasuk yang membuat laporannya.

Ditjen Dukcapil menyebutkan bahwa operator seluler sebetulnya sudah mulai memanfaatkan database yang mereka himpun, berisi NIK dan KK. Tercatat per 10 Oktober 2017 ada 36.521.872 NIK yang diakses oleh operator untuk validasi. Telkomsel duduk di posisi pertama sebagai yang paling banyak mengakses, disusul  Indosat, lalu XL Axiata. Sisanya berasal dari operator lain.

Rudiantara mengingatkan kembali, cara ini juga menjadi langkah paling ampuh merendam penipuan yang menggunakan telepon atau SMS dari nomor tertentu. 


(MMI)

Video /