Operator Telekomunikasi Dukung Kebijakan Registrasi Ulang

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 12 Oct 2017 23:04 WIB
kominfotelekomunikasi
Operator Telekomunikasi Dukung Kebijakan Registrasi Ulang
Ilustrasi.

Metrotvnews.com, Jakarta: Lima operator besar Indonesia menyatakan dukungannya akan keputusan pemerintah untuk mewajibkan pelanggan kartu prabayar melakukan registrasi

"Telkomsel mendukung pemerintah yang memberlakukan peraturan mengenai kewajiban registrasi pelanggan prabayar," kata Sukardi Silalahi, Direktur Sales, Telkomsel, kepada Metrotvnews.com.

"Kami berharap registrasi pelanggan prabayar ini dilakukan dengan baik dan benar oleh seluruh pihak sehingga akan menjadikan industri telekomunikasi lebih baik serta kompetisi yang lebih sehat di masa yang akan datang."

Hal yang sama disampaikan oleh XL dan Indosat Ooredoo. “Indosat Ooredoo mendukung program pemerintah untuk melakukan registrasi, sehingga ke depan, database pengguna layanan telekomunikasi akan menjadi lebih valid," ujar Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo.

Saat ditanya soal dampak regulasi pada bisnis, Deva mengatakan bahwa saat ini, masih terlalu dini untuk mengetahui apakah peraturan baru ini akan memiliki dampak positif atau negatif. 

"Kami telah menjalin kerja sama dengan Direktorat Kependudukan & Catatan Sipil Kementrian Dalam Negeri. Melalui kerja sama tersebut akan membantu XL Axiata melakukan pendataan pelanggan secara lebih valid, sehingga jika kartu pelanggan hilang atau digunakan untuk penipuan atau tindak kejahatan, XL Axiata bisa lebih cepat dan mudah menindaklanjutinya," kata CEO XL Axiata, Dian Siswarini. 



Lebih lanjut, Tri Wahyuningsih, GM Corporate Communication XL Axiata mengatakan, adanya peraturan baru ini justru akan memberikan perlindungan pada pengguna dari tindakan kejahatan, seperti terorisme, penipuan, informasi dan kejahatan siber. 

Sementara itu, Arum K. Prasodjo, DGM Corporation Communication, Hutchinson 3 Indonesia menyatakan dukungan Tri akan regulasi dari pemerintah, terutama karena peraturan ini bertujuan untuk melindungi konsumen.

"Peraturan ini dapat menyangkal penyalahgunaan data pelanggan untuk tindakan kriminal, terorisme dan lain-lain," katanya. Saat ditanya tentang kemungkinan peraturan ini mengurangi pelanggan, dia berkata, "Kami optimistis masyarakat Indonesia sudah sangat bijaksana akan pentingnya perlindungan konsumen."

Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys menyebutkan, salah satu keuntungan dari peraturan registrasi baru ini adalah data pelanggan bisa divalidasi. "Jadi, kalau sebelumnya sistem registrasi operator menerima data yang diinputkan oleh pelanggan apa adanya tanpa bisa validasi apakah data yang dimasukkan valid atau tidak, maka nantinya, akan dijamin data tersebut valid," ujarnya. 

Seperti yang disebutkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, rencana untuk mewajibkan pelanggan melakukan registrasi sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, ekosistem untuk mendukung terlaksananya peraturan itu baru ada sekarang. Merza menyetujui pernyataan itu. Dia menjelaskan, registrasi data pelanggan bisa dipastikan valid atau tidak berkat database e-KTP.

Ketika ditanya apakah ada kemungkinan pelanggan akan berkurang, Merza menjawab, "Pelanggan tidak perlu khawatir, tidak ada proses yg rumit, bahkan jauh lbh sederhana dari pada cara registrasi sebelumnya. Jadi harusnya tidak perlu ada reluctancy dari masyarakat. Makanya tidak perlu pelanggan menjadi berkurang."

Dengan adanya peraturan ini, dia berharap layanan telekomunikasi tidak lagi disalahgunakan untuk melakukan perbuatan kriminal. Untuk tahu bagaimana cara untuk mendaftarkan diri, Anda bisa membacanya di sini


(MMI)

Video /