Sudah Tahu Pejabat AS Bakal Diretas, FBI Sengaja Tutup Mulut?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 27 Nov 2017 16:38 WIB
amerika serikatrusiacyber security
Sudah Tahu Pejabat AS Bakal Diretas, FBI Sengaja Tutup Mulut?
Ilustrasi. (Gavin Roberts — Getty Images)

Jakarta: FBI mengetahui para hacker Rusia berusaha membobol akun email sebagian pejabat Amerika Serikat. Namun, mereka tidak memberitahukan ancaman tersebut.

FBI menyembunyikan informasi itu meski mereka memiliki bukti bahwa ada sejumlah pejabat yang menjadi target serangan kelompok peretas Rusia yang dikenal dengan nama Fancy Bear, menurut hasil investigasi media tersebut.

Dari hampir 80 wawancara dengan warga AS yang menjadi target dari grup hacker asal Rusia tersebut, hanya 2 kasus yang korbannya diberitahu oleh FBI bahwa mereka menjadi target. 

Badan intelijen itu tidak segera merespons permintaan untuk komentar, tapi mereka berkata pada AP bahwa mereka "secara rutin memberitahukan para individual dan organisasi yang menjadi target serangan."

CNET melaporkan, temuan ini di tengah-tengah kekhawatiran pemerintah AS bahwa para hacker yang bekerja untuk pemerintah Rusia telah menembus sistem komputer AS dan memanfaatkan media sosial untuk ikut campur dalam pemilihan presiden AS tahun lalu. 

Para penyelidik pemerintah kini tengah memeriksa apakah pemerintah Rusia telah berusaha memengaruhi para pemilih dan apakah Presiden Donald Trump atau siapapun yang bekerja di dekatnya terlibat dalam hal ini. Selama ini, Trump telah membantah bahwa dia terlibat dengan pihak Rusia. 

Operasi Fancy Bear dikaitkan dengan DCLeaks, salah satu situs yang mengunggah email dari petinggi Partai Demokrat pada pemilu 2016. Meskipun sebagian orang yang diwawancara merasa bahwa FBI seharusnya memeringatkan mereka, sebagian yang lain mengerti mengapa FBI tidak memberikan informasi pada mereka. 


(MMI)