Pilih Password Lemah dan Mudah Diingat atau Kuat tapi Sering Lupa?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 14 Jan 2018 13:35 WIB
cyber securitykaspersky
Pilih Password Lemah dan Mudah Diingat atau Kuat tapi Sering Lupa?
Ada beberapa pertimbangan dalam membuat password sehingga tidak heran membuat password memakan waktu lebuih lama dalam pembuatan akun.

Jakarta: Di era digital saat ini hampir semua kebutuhan kita terpenuhi lewat layanan digital, misal aplikasi di ponsel. Artinya semakin banyak layanan digital yang digunakan maka semakin banyak akun online yang kita miliki.

Tugas penggunanya semakin bertambah, yakni harus mengingat kata sandi atau password untuk setiap akun. Pasti sulit untuk menghafal setiap password yang berbeda untuk setiap akun, padahal langkah ini jauh lebih aman untuk melindungi informasi pribadi Anda dari usaha peretasan atau hacking.

Akibat sulit menghafalnya, Anda memiliki password yang sama untuk semua akun. Hal tersebut memberikan peluang kepada hacker mencuri seluruh informasi Anda hanya dengan satu langkah.

Hal ini juga disadari oleh perusahaan sistem keamanan Kaspersky Lab dalam sebuah penelitian mereka belakangan ini. Kaspersky Lab menemukan ada 3 akun online yang menurut responden membutuhkan password yang sangat kuat, entah panjang atau menggunakan kombinasi karakter yang unik.

63 persen responden memilih akun perbankan online, 42 persen memilih aplikasi pembayaran termasuk e-wallet, dan 41 persen memilih akun belanja online. Namun, 38 persen responden yang menggunakan password cukup kuat malah mengaku kerap kesulitan mengingat password mereka.

Bahkan separuh dari responden mengakui menyimpan password mereka tersebut dengan cara yang tidak aman, misalnya menuliskannya di buku catatan atau media lain yang bisa dengan mudah mereka akses saat lupa.

Akhirnya, 10 persen responden dalam penelitian Kaspersky Lab memilih untuk menggunakan satu kata sandi untuk semua akun online sehingga tidak mudah lupa. Benar saja, 17 persen responden yang memilih langkah itu justru menghadapai ancaman atau pernah mengalami pencurian informasi seperti peretasan dalam 12 bulan terakhir.

41 persen mengaku bahwa akun email mereka menjadi yang kerap menjadi korban peretasan lalu diikuti oleh akun media sosial sebanyak 37 persen. Akun rekening perbankan juga tidak ketinggalan sebanyak 18 persen dan juga akun belanja online dengan porsi yang sama yakni 18 persen.

Pihak Kaspersky Lab mengaku punya satu jawaban untuk masalah itu, Kaspersky Password Manager. Aplikasi ini ditujukan sebagai brankas untuk menyimpan seluruh password dari akun online yang dimiliki pengguna. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.