Cegah Digerebek, Uber Bisa Kunci Sistem Komputer Karyawan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 12 Jan 2018 15:45 WIB
uber
Cegah Digerebek, Uber Bisa Kunci Sistem Komputer Karyawan
Uber punya sistem rahasia bernama Ripley. (NurPhoto via Getty Images)

Jakarta: Uber membuat sistem rahasia yang disebut Ripley. Sistem tersebut berfungsi mengunci komputer para staf jika polisi menggerebek kantornya. Dengan begitu, pihak berwajib tidak akan bisa mengakses data perusahaan. 

Perusahaan transportasi berbasis aplikasi itu telah menggunakan Ripley sebanyak setidaknya 20 kali pada 2015 dan 2016. Ripley digunakan di berbagai negara, termasuk Kanada, Belanda, Belgia, Prancis dan Hong Kong, menurut laporan Bloomberg. 

Dalam satu kasus, Ripley diaktifkan untuk mencegah para penyelidik pajak Kanada -- yang percaya bahwa Uber telah melanggar regulasi pajak -- mengumpulkan bukti meski mereka telah mendapatkan izin.

Begitu para penyelidik datang ke kantor di Montreal, staf Uber menghubungi kantor di San Francisco, yang mengeluarkan semua staf dari akunnya. 

Ripley awalnya dinamai "protokol pengunjung tak terduga". Uber mengembangkan sistem tersebut setelah polisi menggerebek kantor mereka di Brussel.

Ketika itu, pihak berwajib Belgia berhasil mengakses dokumen finansial Uber, sistem pembayaran dan juga data pekerjanya. Pengadilan lalu memaksa Uber untuk menghentikan layanannya karena mereka beroperasi tanpa lisensi yang sesuai, lapor The Guardian

Sistem ini dinamai "Ripley", sama seperti tokoh protagonis dalam film Alien. Ripley adalah karakter yang merasa, untuk menghancurkan alien, satu-satunya cara yang efektif adalah menghancurkan tempat tinggal mereka.

Uber membela diri, menyebutkan bahwa wajar jika perusahaan memiliki software yang dapat mengubah password atau mengunci perangkat dari jauh jika perangkat itu hilang atau dicuri. 

"Sama seperti semua perusahaan di seluruh dunia, kita memiliki prosedur keamanan untuk melindungi data perusahaan dan pelanggan kami," ujar juru bicara Uber.

"Terkait investigasi pemerintah, peraturan kami adalah untuk bekerja sama dengan semua permintaan data dan pencarian yang sah."


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.