Layanan Streaming Disney Bakal Lebih Murah dari Netflix

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 13 Nov 2017 10:47 WIB
walt disneynetflix
Layanan Streaming Disney Bakal Lebih Murah dari Netflix
Disney akan menawarkan biaya berlangganan lebih murah dari Netflix. (FelixCatana via Getty Images)

Metrotvnews.com: Pada bulan Agustus lalu, Disney mengumumkan bahwa mereka akan mulai menarik film-filmnya dari Netflix karena mereka ingin membuat layanan streaming miliknya sendiri.

Sejauh ini, Disney berencana untuk meluncurkan layanan tersebut pada 2019. Layanan dari Disney itu akan mengandung film-film Disney secara eksklusif, seperti Star Wars dan Marvel

Untuk bersaing dengan Netflix, Disney akan menawarkan layanan streaming mereka dengan harga yang lebih murah dari Netflix, ujar Chairman dan CEO The Walt Disney Company, Bob Iger dalam laporan keuangan kemarin.

Alasannya adalah karena konten dalam layanan streaming tersebut akan lebih sedikit dari Netflix, setidaknya pada awal mula kehadirannya, seperti yang disebutkan oleh Engadget

"Saya bisa berkata bahwa harga layanan Disney kami akan memiliki harga yang lebih murah dari Netflix. Ini merefleksikan konten kami yang lebih sedikit," kata Iger.

"Layanan itu akan memiliki konten berkualitas tinggi karena merek dan franchise yang akan ada di dalamnya. Namun, ia akan hadir dengan konten yang lebih sedikit, dan harganya akan merefleksikan hal itu."

Tujuan awal Disney setelah mereka meluncurkan layanan streaming tersebut adalah menarik para pelanggan.

Iger sekilas membahas penawaran yang mungkin akan mereka tawarkan pada para pemegang kartu kredit Disney, anggota dari berbagai klub dan orang-orang yang sering mengunjungi taman bermain mereka.

Seiring dengan bertambahnya konten di dalam layanan kami, ujar Iger, harganya akan mencerminkan jumlah konten yang ada. Berdasarkan perjanjian yang dibuat oleh Netflix dan Disney sebelum ini, pengguna Netflix masih akan bisa menonton film Disney sampai akhir 2019, termasuk film yang tayang di bioskop pada 2018. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.