ReefShark, Chipset Buatan Nokia untuk Dukung 5G

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 06 Feb 2018 15:12 WIB
nokia
ReefShark, Chipset Buatan Nokia untuk Dukung 5G
Chipset ReefShark buatan Nokia untuk dimanfaatkan operator yang menggelar jaringan 5G.

Jakarta: Nokia kembali berinovasi untuk menyediakan dukungan teknologi dan infratruktur implementasi jaringan 5G. Nokia mengumumkan chipset bernama ReefShark untuk mendukung komputasi dan radio jaringan 5G.

Dalam rilis yang dibagikan Nokia, disebutkan chipset ReedShark menggabungkan inovasi AI atau kecerdasan buatan Nokia Bell Labs serta teknologi jaringan Nokia ke dalam chipset tersebut untuk mengembang kemampuan antena di perangkat mobile dan base station.

Chipset ReefShark digunakan untuk memingkatkan kinerja unit frekuensi radio 5G. Benefitnya adalah ukuran antenna massive MIMO yang digunakan bisa berkurang separuhnya. 

Selain itu chipset ini juga mengurangi konsumsi daya di unit baseband sebesar 64 persen dibandingkan dengan unit yang digunakan selama ini. Untuk kapasitas komputasi, chipset ReefShark juga hadir sebagai unit plug-in bagi modul baseband Nokia AirScale yang sudah tersedia secara komesial.

Nokia menyebutkan bahwa Nokia AirScale yang ada saat ini bisa diperbarui untuk mendukung jaringan 5G hanya lewat update. Hasil yang diperoleh adalah kecepatan baseband yang lebih tinggi dari yang ada, yakni dari 28Gbps menjadi 84Gbps.

Sebagai tambahan chaining module baseband di AirScale juga mampu mendukung throughput stasiun base hingga 6 terabit per detik, memungkinkan operator memenuhi permintaan peningkatan cakupan jaringan broadband seluler yang semakin besar.

Sementara dengan menanamkan teknologi AI dalam jaringan 5G memungkinkan pemantauan secara real-time dan optimalisasi radio, dan kemampuan untuk menerapkan teknik seperti network slicing untuk memenuhi tuntutan tingkat layanan.

Rencananya Nokia akan mulai merilis chipset ReefShark di kuartal ketiga tahun ini dengan menggandeng 30 operator untuk mulai mengimplementasikan chipset tersebut menjelang digelarnya tahap awal jaringan 5G.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.