Eelo Ingin Pasang Android Rasa Baru untuk Jaga Privasi

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 25 Dec 2017 12:14 WIB
google
Eelo Ingin Pasang Android Rasa Baru untuk Jaga Privasi
Eelo menghadirkan sistem operasi Android alternatif tanpa citarasa Google.

Jakarta: Perusahaan rintisan baru bernama Eelo menyebut ingin menghadirkan konsumen versi alternatif dari Android. Sistem operasi mobile karya Eelo mengusung sejumlah perbedaan jika dibandingkan dengan Android.

Eelo menyebut sistem operasinya merupakan versi sistem operasi tanpa citarasa Google. Hal tersebut agar pengguna memiliki privasi lebih baik jika dibandingkan dengan yang ditawarkan oleh versi Google Play Services dari sistem operasi open source tersebut.

Layanan seperti email, aplikasi kantor online, aplikasi dan penyimpanan cloud akan ditawarkan tanpa citarasa Google, dengan perlindungan ketat terhadap informasi personal pengguna. Layanan tersebut akan berbasis software yang ditawarkan oleh LineageOS, hasil pengembangan CyanogenMod.

Proyek Eelo bukanlah open source serta sebagai poyek non-profit, berarti keputusan bisnis tidak akan dibuat dengan pertimbangan keuntungan. Proyek tersebut dipimpin oleh Gael Duval, dan merupakan pengembangan lebih lanjut dari sistem operasi Mandrake Linux.

Duval mengeluh Android sudah terlalu besar dan semakin berat, dan secara berkala melacak pengguna. Hal tersebut berarti pengguna harus mengubah poin data untuk Google agar dapat dijual kepada pengiklan.

Duval berupaya memberikan pengguna Android pengalaman Android stok baru, dan akan merilis proyek sebagai ROM dan smartphone dengan perlindungan aktif. Untuk menghimpun dana bagi proyek, Duval mengandalkan Kickstarter.

Pada platform pendanaan massal tersebut, Duval menargetkan untuk menghimpun dana sebesar USD29.644 (Rp400 juta) hingga tanggal 22 Januari 2018 mendatang. Hingga saat ini, proyek Duval telah didukung oleh 94 pendukung dan menghimpun dana sebesar USD9.522 (Rp128,6 juta).

Jika berhasil mencapai target penghimpunan dana, sistem operasi tersebut akan tersedia di sejumlah perangkat. Perangkat yang dirumorkan akan disambangi sistem operasi karya Eelo tersebut di antaranya Xiaomi Mi 5s dan Mi Mix 2.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.