Taiwan Minta Apple dan Google Hapus Uber dari Toko Aplikasi

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 17 Nov 2016 10:45 WIB
uber
Taiwan Minta Apple dan Google Hapus Uber dari Toko Aplikasi
Pemerintah Taiwan meminta Apple dan Google menghapus Uber dari toko aplikasi akibat permasalahan pajak.

Metrotvnews.com: Pemerintah Taiwan dilaporkan telah meminta Apple dan Google untuk menghapus Uber dari toko aplikasi mereka, yang merupakan kelanjutan dari masalah yang dihadapi Uber dengan pemerintah Taiwan.

Pertarungan hukum antara pemerintah Taiwan dan Uber ini disebabkan oleh permasalahan terkait pajak. Sebelumnya, Uber tidak diharuskan untuk membayar pajak penjualan, sebab mereka dianggap sebagai platform internet. Namun, hal tersebut berubah setelah pemerintah Taiwan melakukan perubahan pada regulasi pajak dan meminta Uber membayar pajak sejak mereka beroperasi di Taiwan pada tahun 2013.

Menurut media lokal, jumlah pajak yang dituntut pemerintah Taiwan kepada Uber mencapai USD5.4 juta (Rp72,2 miliar). Jumlah yang tergolong besar ini menjadi alasan pemerintah Taiwan untuk menghalangi operasional Uber di negara itu dan tidak hanya sekadar menuntut Uber untuk membayar pajak tersebut.

Tindakan pemerintah Taiwan ini juga didorong oleh temuannya yang membantah klaim Uber sebelumnya. Dalam klaim itu, Uber menyebut perusahaannya siap memenuhi regulasi yang ditetapkan pemerintah untuk dapat beroperasi secara sah di negara tersebut.

Hingga sekarang, baik Uber maupun Apple masih belum dapat dimintai keterangan terkait permasalahan ini. Sementara itu, Google hanya menekankan salah satu kebijakan pada Google Play yang menyebutkan bahwa perusahaannya tidak akan mengizinkan aplikasi yang memfasilitasi atau mempromosikan aktivitas ilegal tersedia di toko aplikasinya, tapi mereka menolak untuk berkomentar lebih lanjut.

Uber juga menghadapi permasalahan legal serupa di sejumlah pasar di wilayah Asia. Kehadirannya di Taiwan pada tahun 2013 lalu, serta popularitasnya yang meningkat pesat memicu kemarahan pengemudi taksi domestik, yang berujung pada aksi unjuk rasa besar pada awal tahun ini.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.