Salah Strategi, Intel Setop Produksi Dua Prosesor Ekstrem

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 02 May 2018 11:32 WIB
intel
Salah Strategi, Intel Setop Produksi Dua Prosesor Ekstrem
Intel Core i5 X-series dan Core i7 X-series dari Kaby Lake.

Jakarta: Beredar informasi dari dalam produsen prosesor Intel bahwa mereka sudah merencanakan untuk memberhentikan produksi dua varian prosesor untuk pasar. Kedua prosesor tersebut adalah varian dari Intel Kaby Lake-X series, yakni Core i7-7440X dan Core i5-7640X.

Dikutip dari Extreme Tech, secara berangsur-angsur Intel akan berhenti memproduksi kedua jenis prosesor tersebut mulai 7 Mei 2018. Meskipun pihak Intel tidak menyebutkan alasannya, sebagian besar pihak menilai Intel memang salah strategi.

Intel Kaby Lake-X series, Core i7-7440X dan Core i5-7640X, dihadirkan awalnya sebagai cara untuk menggiring konsumen seperti enthusiast, gamer, atau overclocker ke kelas produk HEDT (High End Desktop).

Meskipun begitu, kedua prosesor seri X tersebut sebetulnya menawarkan kecepatan base frequency yang tidak terlalu besar dan justru berada di bawah prosesor lainnya.

Pada grafik perbandingan spesifikasi yang ditampilkan Extreme Tech, terlihat jelas bahwa kemampuan dua prosesor tersebut kalah dari seri sebelumnya yang dirilis tidak lama setelahnya.



Salah langkah yang dilakukan Intel ini semakin diperjelas saat di Q4 2017 merilis prosesor Coffe Lake yang membawa jumlah Core dan Thread yang jauh lebih banyak. Artinya, belum genap setahun Core i7-7440X dan Core i5-7640X yang hadir dengan 4 Core harus rela dianggap teknologi usang.

Selain itu kedua prosesor tersebut mampu menawarkan performa entry-level HEDT dengan harga terjangkau rupanya juga hanya bisa digunakan pada motherboard X299 yang dibanderol harga cukup tinggi.

Padahal kedua prosesor ini dinilai tidak bisa sepenuhnya mengadopsi fitur dan kemampuan dari chipset di motherboard tersebut.

Alhasil, sejak awal diciptakan, i7-7440X dan Core i5-7640X tidak memiliki posisi yang jelas di antara jajaran produk Intel dan segmen penggunannya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.