Hacker Yahoo Asal Kanada Dihukum Lima Tahun Penjara

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 31 May 2018 12:36 WIB
yahoocyber security
Hacker Yahoo Asal Kanada Dihukum Lima Tahun Penjara
Hacker asal Kanada yang terlibat dalam peretasan Yahoo mendapat hukuman penjara.

Jakarta: Setelah mengaku bersalah pada November, hacker asal Kanada yang terlibat dalam peretasan sistem Yahoo yang mengekspos hingga tiga miliar akun mendapat hukuman penjara selama lima tahun.

Menurut Departemen Keadilan, hacker berumur 23 tahun bernama Karim baratov ini melakukan serangan di bawah bimbingan dua agen dari FSB, badan mata-mata Rusia. TechCrunch melaporkan, kedua agen itu adalah Dmitry Dokuchaev dan Igor Sushchin.

Keduanya berada di Rusia, begitu juga dengan hacker asal Latvia, Alexsey Belan yang juga diduga terlibat dalam penyerangan pada Yahoo. 

Mengingat ketiganya berada di Rusia, kecil kemungkinan mereka akan dikenai hukuman atas keikutsertaan mereka dapa peretasan Yahoo. Namun, kewarganeraan Baratov membuatnya lebih mudah untuk dihukum. 

"Peran Baratov dalam konspirasi yang dituduhkan adalah meretas akun email dari orang-orang yang menarik perhatian rekan konspiratornya, yang bekerja untuk FSB dan mengirimkan password dari akun-akun tersebut ke Dokuchaev untuk mendapatkan uang," kata Departemen Kehakiman dalam kesimpulan dari keputusan pengadilan untuk Baratov.

PLT Jaksa untuk Distrik Utara California, Alex G. Tse mengeluarkan peringatan keras pada para hacker untuk tidak mengerjakan permintaan dari pemerintah asing. 

"Hukuman yang dijatuhkan mencerminkan betapa seriusnya kejahatan sebagai hacker bayaran. Hacker seperti Baratov tidak pernah memikirkan tujuan jahat dari orang-orang yang mempekerjakan dan membayar mereka. Para hacker ini bukanlah pemain kecil; mereka adalah alat penting yang digunakan para kriminal untuk mendapatkan dan mengeksploitasi informasi pribadi secara ilegal," kata Tse. 

Selain hukuman penjara, Baratov juga harus membayar denda senilai aset yang dia miliki, yang nilainya mencapai USD2.250.000. Sebagai bagian dari usahanya untuk meringankan hukuman, Baratov juga mengaku bahwa dia pernah meretas 11 ribu akun email sejak 2010 hingga 2017. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.