Mobile First Architecture, Teknologi AI Otonom Aruba

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 29 Jun 2018 10:42 WIB
corporatearuba networks
Mobile First Architecture, Teknologi AI Otonom Aruba
Ilustrasi.

Jakarta: Anak perusahaan Hewlett Packard Enterprise, Aruba, memperkenalkan teknologi terbarunya bernama Mobile First Architecture, yang merupakan inovasi di bidang analytics dan assurance berbasis kecerdasan buatan.

Tujuan dari inovasi Mobile First Architecture Aruba adalah untuk mendukung jejaring otonom. Aruba juga meningkatkan kemitraan untuk menghadirkan pengalaman di tempat kerja yang lebih cerdas.

Di dalam Mobile First Architecture tersedia beberapa solusi teknologi lagi di dalamnya, misal NetInsight. Solusi NetInsight dari Aruba diklaim menggunakan teknologi pembelajaran mesin untuk terus memantau jaringan, memberi informasi ketika terjadi anomali, dan kemudian merekomendasikan cara terbaik untuk mengoptimalkan jaringan.

Solusi ini dihadirkan untuk para profesional TI memerlukan tool modern sehingga secara proaktif bisa mengatasi masalah kinerja, menyajikan informasi tentang kemungkinan penyebab suatu permasalahan, dan merekomendasikan perubahan konfigurasi yang dapat mengoptimalkan jaringan, sebelum berdampak pada pengguna atau bisnis.

Pengalaman-pengalaman ini meliputi ergonomi ruang kerja dan pencahayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna, Unified Communication (UC) mobile, dan ruang konferensi yang sepenuhnya bersifat otomatis, hingga pemeliharaan peralatan preventif dan penghematan energi otomatis dalam satu infrastruktur.

"Ketika berusaha untuk merekrut dan mempertahankan karyawan-karyawan mereka yang terbaik dan tercerdas, para klien kami merasa perlu menghadirkan pengalaman yang sempurna di tempat kerja," ungkap Chief Digital and Technology Officer, Global Workplace Solutions CBRE Sandeep Dave.

Sebagai tambahan, Aruba telah memperluas ArubaEdge Technology Partner Program dengan menambah penyedia layanan tempat kerja digital cerdas, yaitu AccelTex, HPE Pointnext, Lunera, Patrocinium dan SpaceIQ ke jajaran mitranya, di samping Envoy, Robin dan Teem yang sudah ada sebelumnya

Aruba bersama mitra-mitra tersebut akan menyediakan solusi-solusi terintegrasi yang memanfaatkan kombinasi antara layanan lokasi dan pengelolaan IoT enterprise yang aman demi terwujudnya tempat kerja digital yang sesuai kebutuhan pengguna dan serba otomatis.

"Kebutuhan akan mobilitas, cloud, dan IoT modern tengah mentransformasi lingkungan kerja masa depan, sehingga menuntut pendekatan terhadap jaringan yang mengedepankan kebutuhan pengguna," jelas Direktur Senior dan Manajer Umum, Asia Tenggara dan Taiwan Aruba Justin Chiah.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.