XL Punya Aplikasi Baru untuk Nelayan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 01 Sep 2018 07:41 WIB
xltelekomunikasi
XL Punya Aplikasi Baru untuk Nelayan
XL bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk buat aplikasi baru untuk nelayan.

Jakarta: XL bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membuat aplikasi yang ditujukan untuk nelayan. Aplikasi ini bernama Laut Nusantara.

Dalam aplikasi itu, para nelayan akan menemukan berbagai informasi yang relevan untuk mereka seperti wilayah tangkapan, informasi sebaran ikan di pelabuhan sampai kondisi cuaca laut.

Semua informasi ini akan ditampilkan secara real-time berdasarkan riset dan observasi yang dilakukan oleh Balai Riset dan Observasi Laut (BROL).

"Aplikasi Laut Nusantara memiliki basis data yang berguna untuk nelayan kita. Selain informasi tentang keberadaan ikan, juga ada informasi tentang kondisi cuaca yang lengkap, yang bisa menjadi panduan sekaligus peringatan bagi para nelayan untuk mempertimbangkan keselamatannya," kata Kepala BROL, I Nyoman Radiarta.

"Sejatinya, kami bangun aplikasi ini untuk nelayan kecil perorangan yang sangat mengandalkan hasil tangkapan untuk menopang kehidupan sehari-hari. Kami harap, aplikasi ini bisa membantu nelayan Indonesia untuk bisa menikmati kekayaan laut Nusantara di era digital."



Sementara itu, Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D Yosetya mengatakan bahwa XL membutuhkan waktu lima bulan untuk membangun aplikasi Laut Nusantara.

Dia juga menjelaskan bahwa dulu, masyarakat Indonesia bisa berjaya karena bisa memaksimalkan potensi wilayah laut Indonesia, yang memang sangat luas. Karena itu, XL ingin agar nelayan Indonesia bisa kembali berjaya dengan aplikasi buatan mereka.

"Riset kelautan terdiri dari tiga pilar, yaitu research excellent, masyarakat industr,i dan edukasi. Hasil keluaran riset harusnya bukan hanya berwujud tulisan, tapi impelementasinya harus sampai pada masyarakat terutama nelayan. Peluncuran aplikasi Laut Nusantara ini merupakan bentuk hilirisasi produk unggulan BROL," kata Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikatan, Sjarief Widjaja.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.