Facebook Pertimbangkan Versi Gratis Tanpa Iklan

Lufthi Anggraeni    •    Minggu, 06 May 2018 12:03 WIB
facebook
Facebook Pertimbangkan Versi Gratis Tanpa Iklan
Facebook dilaporkan tengah mempertimbangkan layanan tanpa iklan untuk mencegah pengguna hapus akun dan aplikasi.

Jakarta: Facebook telah melakukan penelitian terkait dengan versi tanpa iklan akan menarik perhatian lebih banyak pengguna media sosial.

Hal ini telah dipertimbangkan Facebook sebelumnya, namun rangkaian insiden akibat Cambridge Analytica, menjadikan saat ini sebagai waktu yang tepat.

Facebook berpendapat bahwa dengan menciptakan layanan tanpa iklan akan mencegah pengguna Facebook menutup akun mereka dan menghapus aplikasi karyanya.

Permasalahan dengan opsi tanpa iklan ini diharapkan dapat menggantikan pendapatan senilai USD41 miliar yang dilaporkan Facebook pada tahun lalu.

Pendapatan ini sebagian besar dihasilkan dengan menjual iklan berbasis data pengguna. Baik CEO Mark Zuckerberg dan COO Sheryl Sandberg pada bulan lalu menyebut bahwa Facebook menjangkau pengguna di seluruh tingkat pendapatan melalui model Facebook yang didukung oleh iklan.

Dan kedua eksekutif ini menambahkan, bahwa keduanya dan Faceboo akan terus menjual iklan politik sebagai cara untuk mendukung "eksperesi gratis".

Hingga saat ini, Facebook belum mengambil keputusan apapun, namun Sanberg mengonfirmasikan bahwa versi berlangganan Facebook tengah didiskusikan.

Saat ini, Sandberg mengaku Facebook tengah memikirkan banyak hal terkait dengan bentuk lain monetisasi termasuk metode berlangganan. Dan Facebook, lanjut Sandberg, akan terus mempertimbangkan berbagai hal yang terkait dengan permasalahan tersebut.

Bahkan jika Facebook menghadirkan versi berlangganan berbayar, Zuckerberg menyebut Facebook akan selalu menyediakan versi gratis untuk jejaring sosial karyanya ini.

Sementara itu, Cambridge Analytica harus mengembalikan data milik Profesor Amerika Serikat bernama David Carroll, dengan ancaman denda tanpa batas.

Profesor Carroll diperkirakan menerima sebagian informasi terkait dengan profil psikologis miliknya, yang disusun oleh perusahaan konsultasi yang kini telah nonaktif.

Data ini menampilkan ketertarikannya pada topik seperti Undang-Undang senjata, imigrasi, layanan kesehatan, edukasi, dan lingkungan. Selain itu, informasi ini juga menampilkan pandangan politik dan pandangan terkait pemilihan pada pemilihan presiden pada tahun 2016.


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

5 days Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.