Facebook Mungkin Didenda Rp24,3 Triliun di Eropa

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 01 Oct 2018 11:54 WIB
media sosialfacebook
Facebook Mungkin Didenda Rp24,3 Triliun di Eropa
Facebook mungkin akan kena denda. (Photo by JOEL SAGET / AFP).

Jakarta: Facebook mungkin akan mendapatkan denda sebesar USD1,63 miliar (Rp24,3 triliun) dari regulator privasi Uni Eropa karena peretasan yang menyebabkan data dari 50 juta pengguna bocor. 

Menurut Wall Street Journal, Komisi Perlindungan Data (DPC) dari Irlandia, yang merupakan regulator utama Facebook di Eropa, menuntut informasi lebih lengkap tentang peretasan ini, yang mungkin telah melanggar hukum privasi baru di Uni Eropa, Regulasi Perlindungan Data Umum (GDPR). 

Regulasi baru yang ketat itu mulai berlaku pada Mei, seperti yang disebutkan oleh Business Insider. Tujuan dari GDPR adalah melindungi data masyarakat Uni Eropa.

Di bawah hukum tersebut, perusahaan yang tidak bisa melindungi data pengguna dengan aman akan mendapatkan denda maksimal sebesar EUR20 juta, atau empat persen dari total pendapatan tahunan sebuah perusahaan pada tahun sebelumnya. Denda akan ditentukan berdasarkan nilai yang terbesar. 

Dalam kasus Facebook, denda maksimal yang bisa mereka terima adalah USD1,63 miliar. Kasus ini tampaknya akan fokus pada apakah Facebook memang telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa data penggunanya aman sebelum terjadi serangan ini. 

Perusahaan yang diretas juga diwajibkan untuk melaporkan peretasan pada para regulator dalam waktu tiga hari sejak peretasan terjadi. DPC mengatakan, Facebook telah melaporkan serangan ini tepat waktu walau laporan itu tidak memiliki informasi yang lengkap. 

Serangan siber tidak menjamin sebuah perusahaan akan terkena denda. Menurut Journal, regulator Uni Eropa jarang memberikan denda maksimal jika perusahaan sudah bekerja sama dengan mereka dalam penyelidikan.

Pada hari Jumat, Facebook mengaku bahwa sistem mereka telah diretas, menyebabkan kebocoran data dari 50 juta pengguna


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

6 days Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.