Melihat Apple dan Xiaomi Bertetangga di Madrid

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 25 Jul 2018 08:12 WIB
applexiaomi
Melihat Apple dan Xiaomi Bertetangga di Madrid
Mi Store di Madrid. (Medcom.id)

Madrid: Mi Store di Madrid terletak tidak jauh dari Apple Store Dari Apple Store, yang terletak di Puerta del Sol, yang berarti Pintu Matahari. Anda hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit untuk mencapai Mi Store dengan berjalan kaki.

Meskipun berdekatan, Apple Store dan Mi Store yang ada di Madrid terlihat jauh berbeda. Apple Store terlihat luas dengan lebih dari 10 meja pada lantai pertamanya. Anda bisa melihat bagaimana para pengunjung sibuk menguji berbagai perangkat yang ada, mulai dari laptop, smartphone dan juga aksesori. 







Kontras, Mi Store terlihat kecil. Toko ini hanya memiliki dua meja di lantai pertama, dengan rak-rak di sisi kanan dan kirinya. 

Menariknya, produk yang ada di Mi Store jauh lebih beragam dari Apple Store. Di Mi Store, Anda tidak hanya akan menemukan smartphone, earphone, dan aksesorinya, tapi juga berbagai produk buatan Xiaomi lainnya, mulai dari segway, koper, rice cooker hingga sikat gigi, yang merupakan produk terbaru Xiaomi yang diumumkan bersamaan dengan peluncuran Mi A2 dan Mi A2 Lite







Sebenarnya, tidak aneh jika Mi Store memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dari Apple Store. Xiaomi baru resmi memasuki pasar Eropa pada bulan November tahun lalu. Ketika itu, salah satu produk yang Xiaomi unggulkan adalah Mi Mix 2.

Meski baru masuk ke Eropa melalui Spanyol sejak akhir tahun lalu, eksekutif Xiaomi mengatakan bahwa warga Eropa telah membeli produk Xiaomi sebelum itu. Dia menduga, mereka membeli produk Xiaomi melalui situs e-commerce seperti AliExpress. 

Tidak sampai satu tahun sejak Xiaomi memasuk Eropa secara resmi, Xiaomi masuk menjadi lima vendor smartphone terbesar di Eropa. Setidaknya begitulah menurut data pengiriman smartphone dari Canalys untuk Q1 2018.

Seperti yang bisa Anda lihat pada tabel di bawah, Xiaomi berada di posisi ke-4 dengan pangsa pasar 5,3 persen, di bawah dari Samsung, Apple dan Huawei. 



Secara keseluruhan, pasar smartphone di Eropa memang mengalami penyusutan. Karena itu, tidak heran jika jumlah pengiriman smartphone dari Samsung dan Apple juga mengalami penurunan.

Jumlah pengiriman Samsung turun 15 persen meski nilai total pengiriman naik 20 persen berkat mahalnya harga Galaxy S9 dan Galaxy S8. Pengiriman produk Apple juga mengalami penurunan sebesar 5,4 persen. Sementara pengiriman unit Huawei justru mengalami kenaikan sebesar 38,6 persen. 

Sebesar 71,4 persen pangsa pasar Eropa dikuasai oleh ketiga merek smartphone tersebut. Ini membuat pangsa pasar merek-merek yang lebih kecil, seperti Sony dan LG, menjadi semakin menciut. Xiaomi dan Nokia berhasil bertahan.

Menurut Research Analyst Canalys, Lucio Chen, Xiaomi bisa bertahan dengan menjalin kerja sama erat dengan Inram Micro dan ABC Data. Sementara HMD Global, pemegang lisensi merek Nokia, menggunakan kedekatannya dengan operator telekomunikasi untuk memastikan produk Nokia sampai ke tangan konsumen. 

Chen juga menyebutkan, sebagai perusahaan tertutup, Xiaomi memiliki keuntungan karena mereka bisa memutuskan untuk membiarkan perusahaan merugi untuk mendorong penjualan smartphone. Ini dapat meningkatkan kapitalisasi pasar mereka sebelum melakukan IPO. 

"Tapi strategi ini tidak bisa digunakan untuk jangka panjang. Baik Xiaomi dan HMD Global pada akhirnya harus mengubah struktur pendapatan dan biaya mereka untuk mendapatkan keuntungan, sama seperti yang dilakukan oleh tiga vendor terbesar sudah lakukan," kata Chen. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.