Pentagon Ingin Ponsel Mampu Pantau Kesehatan Tentara

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 16 Apr 2018 08:34 WIB
cyber security
Pentagon Ingin Ponsel Mampu Pantau Kesehatan Tentara
Tentara Amerika Serikat menggunaka smartphone (GETTY IMAGES)

Jakarta: Badan pertahanan Amerika Serikat Pentagon mengumumkan keinginannya untuk menciptakan sebuah aplikasi smartphone yang bisa mendeteksi kesehatan tentara.

Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) telah menghibahkan dana sebesar USD5,1 juta (Rp70 miliar) kepada perusahaan sistem keamanan Ktyptowire untuk mengembangkan teknologi Warfighter Analytics menggunakan smartphone untuk bidang kesehatan.

Aplikasi tersebut mampu memanfaatkan seluruh sensor yang ada di ponsel untuk mendeteksi dan mengumpulkan catatan hasil pemantauan kesehatan tentara yang menggunakannya. Jadi seorang dokter atau perawat bisa lebih awal memberikan pengobatan atau pencegahan medis terhadap kondisi kesehatan penggunanya.

Pihak Kryptowire menuturkan bahwa mereka akan menggunakan seluruh fitur dan sensor di smartphone untuk menganalisis kebiasaan penggunanya berinteraksi dengan perangkat, sehingga nantinya bisa diolah dan dicocokkan dengan ilmu medis.

Sayangnya hal ini juga mendapat kecaman karena dianggap memberikan celah bagi privasi penggunanya. Pentagon kemungkinan mampu mencuri informasi yang lain dari akses aplikasi tersebut ke berbagai sensor yang ada di smartphone.

Hal ini diungkapkan oleh pengamat kebijakan dari American Civil Liberties Union Jay Stanley. "Semua orang pastinya tidak akan mau merasa dipantau kehidupan privasinya, oleh sebab itu perlu aturan dan kontrol yang ketat untuk membatasai teknologi tersebut," tuturnya.

Proyek ini akhirnya kembali memicu predebatan mengenai perlindungan data dan privasi di Amerika Serikat yang kini tengah dihebohkan oleh Facebook.

Pihak Kryptowire sendiri sebagai perusahaan keamanan siber menegaskan bahwa tugas utama mereka adalah mengamankan data yang diperoleh dan dalam pengolahannya akan dibantu dengan lembaga medis.


(MMI)

Oppo F7, Kamera Bagus Berkat Kecerdasan Buatan
Review Smartphone

Oppo F7, Kamera Bagus Berkat Kecerdasan Buatan

1 day Ago

Oppo menghadirkan pengalaman menggunakan kamera dan hasil foto yang baik dan menyenangkan, berk…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.