Dari Indonesia, SweetEscape Rambah Pasar Asia Tenggara

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 16 Jul 2018 12:04 WIB
startup
Dari Indonesia, SweetEscape Rambah Pasar Asia Tenggara
SweetEscape secara resmi mengumumkan perusahaannya telah merambah pasar Asia Tenggara.

Jakarta: SweetEscape mengumumkan perusahaannya telah resmi merambah pasar Asia Tenggara. Setelah Indonesia, Filipina menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang dirambah oleh SweetEscape, berkat pertumbuhannya yang signifikan.

“Dengan presentase 45 persen klien dari luar Indonesia, kami sadar bahwa kebutuhan atas jasa layanan fotografi itu merupakan kebutuhan Internasional bukan hanya dalam negeri. Setelah mengevaluasi berbagai hal, kami memutuskan untuk mendalami pasar Filipina dan mengembangkan inisiatif marketing spesifik sebagai langkah awal,” ujar Founder dan CEO SweetEscape David Soong.

Perusahaan penyedia layanan fotografi berbasis aplikasi ini mengaku telah menyiapkan tim lokal serta promosi menarik yang dihadirkannya berkat kerja sama dengan sejumlah merek.

SweetEscape turut mengumumkan peluncuran situs web dalam tujuh bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Inggris, Thailand, Korea, Spanyol, Jepang, dan Mandarin. Dengan dukungan bahasa tersebut, SweetEscape berharap dapat menarik perhatian lebih banyak konsumen.

SweetEscape juga menyebut bekerja sama dengan Pinterous dalam peluncuran fitur cetak foto pada aplikasi. Fitur ini ditujukan untuk mendukung upaya SweetEscape guna meningkatkan layanan bagi penggunanya.

Tidak hanya momen liburan, SweetEscape juga mengklaim menghadirkan layanan untuk mengabadikan peristiwa lain seperti ulang tahun, wisuda, pre-wedding, bulan madu, kelahiran, dan reuni keluarga.

Penambahan layanan yang ditawarkannya juga diimbangi SweetEscape dengan perekrutan ribuan fotografer lepas di lebih dari 400 kota di dunia. Sebelumnya, SweetEscape hanya memiliki 40 fotografer di lima kota.

Sebagai informasi, SweetEscape menawarkan kemudahan untuk menghubungkan pengguna dengan lebih dari 2.000 fotografer profesional di berbagai belahan dunia.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.