Penyedia Layanan Streaming Video di ASEAN Rumuskan Kode Etik

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 21 Jun 2018 11:38 WIB
netflix
Penyedia Layanan Streaming Video di ASEAN Rumuskan Kode Etik
Perusahaan penyedia layanan video-on-demand mengumumkan kode etik pengatur konten di industri tersebut.

Jakarta: Perusahaan penyedia layanan berlangganan Video-on-Demand (VoD) di Asia Tenggara seperti ASTRO, dimsum, Fox+, HOOQ, iflix, Netfli, tonton, TVB, dan The Walt Disney Company, mengumumkan Kode Etik Konten Industri Video-on-Demand Berlangganan atau Kode.

Kode yang telah resmi diterapkan ini disebut bertugas untuk mengatur diri sendiri atau self-regulatory, guna menjaga kepentingan konsumen.

Kode ini juga disebut mengatur prinsip guna memastikan konten yang disuguhkan platfrom penyedia layanan VoD bersifat otentik, bebas dari ujaran kebencian, kejahatan kebencian, pornografi dan sebagainya.

Melalui kode ini, perusahaan penyedia layanan VoD tersebut juga mengumumkan komitmen mereka untuk berupaya menyediakan fitur dan mekanisme pengendalian keamanan, sehingga konten sesuai dengan usia pengguna platform.

Ide terkait pembentukan kode untuk penyedia layanan VoD ini pertama kali dicetuskan dalam dialog di acara ASEAN Telecom Regulators Council yang diselenggarakan di Bangkok pada bulan September 2017 lalu. Selain mencari solusi, ajang ini juga dimanfaatkan perusahaan tersebut untuk berkolaborasi guna mengatasi berbagai tantangan.

Tidak hanya perusahaan penyedia layanan VoD, inisiatif tersebut juga didukung oleh asosiasi industri regional, bernama CASBAA. Kode ini juga disebut menjadi upaya pelaku industri untuk menghadirkan perbedaan antara layanan resmi dan situs penyedia konten bajakan.

“Ketika seorang pelanggan menyaksikan konten dari situs bajakan, selain membuyarkan bisnis yang sah, ketiadaan pengawasan terhadap konten juga berarti bahwa anak-anak di bawah umur akan sangat mudah terpapar konten berisi pornografi dan kekerasan,” ujar CEO of CASBAA Louis Boswell.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.