Diam-Diam, Facebook Luncurkan Pesaing TikTok

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 10 Nov 2018 08:32 WIB
media sosialfacebook
Diam-Diam, Facebook Luncurkan Pesaing TikTok
Facebook Lasso adalah peasing TikTok.

Jakarta: Facebook baru saja meluncurkan aplikasi video berdurasi pendek yang disebut Lasso. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk membuat dan membagikan video dengan filter dan efek khusus.

Dalam aplikasi ini, Anda akan menemukan berbagai alat untuk mengedit video dan menambahkan musik dan teks. Pengguna juga bisa mengikuti para kreator video lain, melihat video-video buatan pengguna lain, dan juga mencari video berdasarkan tagar yang sedang populer. 

Fitur-fitur pada Lasso mirip dengan fitur TikTok, platform video pendek lain. Bytedance Technology, perusahaan Tiongkok yang membeli aplikasi Musical.ly pada 2017 melakukan migrasi akun Musical.ly ke TikTok pada tahun ini, menurut laporan CNET. 

Saat ini, Lasso tersedia untuk pengguna Amerika Serikat. Peluncuran Lasso tampaknya merupakan cara Facebook untuk mendapatkan pengguna yang masih muda. Sekitar 50 persen remaja di AS mengatakan bahwa mereka menggunakan Facebook.

Angka ini turun 20 persen dari 2015, menurut data dari Pew. Sebagai perbandingan, 69 persen remaja menggunakan Snapchat, 72 persen menggunakan Instagram, dan 85 persen menggunakan YouTube. 

Facebook meluncurkan Lasso secara diam-diam. Mereka tidak membuat pengumuman akan peluncuran aplikasi ini pada situs mereka.

"Lasso adalah aplikasi untuk video berdurasi pendek yang lucu," kata juru bicara Facebook dalam sebuah email.

"Mulai dari komedi, kecantikan, hingga kesehatan dan berbagai topik lainnya. Kami melihat adanya potensi di hal ini dan kami akan mengumpulkan masukan dari para pengguna dan juga kreator."

"Lasso, aplikasi video pendek dari Facebook kini tersedia di AS," kata Product Manager Andy Huang. Lasso tersedia untuk iOS dan Android. 


(MMI)

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni
Review Smartphone

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni

4 days Ago

Advan adalah produsen smartphone¬†lokal yang bisa dibilang pejuang sejati.¬†

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.