Analis Sebut Hardware Google Raup Untung Rp43,7 Miliar

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 26 Dec 2018 10:06 WIB
google
Analis Sebut Hardware Google Raup Untung Rp43,7 Miliar
Divisi Perangkat Google disebut menjadi pemimpin kontributor pendapatan pada tahun 2018.

Jakarta: Sebagian besar perusahaan teknologi lebih mengutamakan hardware, namun Google lebih mengutamakan promosi aplikasi karyanya seperti Google Maps dan YouTube. Perangkat Google dilaporkan memperoleh kesuksesan yang baik.

Analis RBC Capital Markets Mark Mahaney juga menyebut bahwa perangkat karya Google mulai mendapatkan perhatian secara komersial. Analis menulis catatan untuk klien pada akhir pekan lalu terkait dengan perangkat Google ini.

Mahaney memperkirakan perangkat karya Google akan berkontribusi sebesar hampir USD8,8 miliar (Rp128,4 triliun) pada pendapatan Google tahun 2018 ini, atau enam persen dari keseluruhan pendapatan Google.

Pendapatan tersebut mengalami peningkatan sebesar 65 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penjualan Pixel diperkirakan akan memimpin kontribusi pada tahun ini, mengalahkan penjualan lini Google Home, dengan perbedaan tipis, namun akan berubah pada tahun 2019.

Untuk tahun 2019, Mahaney memperkirakan produk layar dan speaker cerdas akan mengalahkan penjualan perangkat Pixel sebesar USD2 miliar (Rp29,1 triliun). Produk bermerek Pixel diprediksi akan terus memimpin divisi perangkat pada keuntungan bersih hingga 2021.

Divisi perangkat Google, termasuk produk bermerek Pixel seperti ponsel, tablet dan laptops, lini perangkat rumah cerdas Nest dan produk Home seperti speaker cerdas dan layar cerdas, Mahaney juga memperkirakan keuntungan USD3 miliar (Rp43,7 triliun) pada tahun 2018 ini.

Dari keuntungan sebesar 34 persen, hanya sebesar empat persen yang berkontribusi pada keuntungan Google. Persentase ini diterjemahkan sebesar USD2,982 miliar (Rp43.537 triliun), atau mengalami peningkatan 55 persen jika dibandingkan tahun 2017.

RCB memperkirakan pertumbuhan Google mengalami penurunan sehingga pada tahun 2021, dan keuntungan bersih akan meningkat hanya sebesar 16 persen jika dibandingkan dengan tahun 2017 lalu.

Sementara itu, analis Morgan Stanley baru-baru ini menyebut bahwa Google seharusnya memberikan speaker cerdas Home Mini secara gratis untuk meningkatkan jumlah iklan yang disuguhkannya kepada konsumen.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.