9 April, Pengguna Facebook Indonesia Bisa Tahu Jika Datanya Bocor

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 06 Apr 2018 21:59 WIB
facebookcyber securityCambridge Analytica
9 April, Pengguna Facebook Indonesia Bisa Tahu Jika Datanya Bocor
Ilustrasi.

Jakarta: Skandal Cambridge Analityca menyeret data-data yang bocor di Facebook, Indonesia termasuk negara yang data penggunanya juga ikut bocor dan tanpa izin dihimpun oleh Cambridge Analytica.

Baru ini, pihak Facebook lewat laman resmi newsroom, mengumumkan bahwa pada tanggal 9 April 2018 nanti pengguna Facebook akan kehadiran perubahan pada fitur app control atau kontrol aplikasi Facebook.

Pengumuman yang dituliskan oleh Chief Technology Officer Facebook Mike Schroepfer menyatakan pada tanggal tersebut, seluruh pengguna Facebook akan mendapatkan notifikasi aplikasi apa saja yang ada di Facebook dan terhubung dengan akun mereka sekaligus membocorkan data-data penggunanya.

Dari situ, pengguna bisa mulai menghapus aplikasi yang diketahui diam-diam merekam dan membocorkan data penggunanya. Selain itu, Facebook juga akan memberitahukan ke setiap pengguna Facebook apabila datanya bocor.

Artinya, pada tanggal 9 April 2018 nanti semua pengguna Facebook termasuk pengguna di Indonesia bisa mengetahui apakah data dari akun mereka bocor dan dimanfaatkan oleh Cambridge Analytica.

Laporan Facebook menyebutkan bahwa ada 87 juta data pengguna Facebook yang bocor dan disalahgunakan oleh Cambridge Analytica. 

Indonesia menjadi negara ketiga yang data penggunanya bocor. Namun, belum diketahui kebocoran data tersebut dimanfaatkan untuk apa, mengingat data pengguna di AS digunakan dalam kampanye Donald Trump dalam pemilu presiden AS pada 2016. 

Pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga sudah mengeluarkan ultimatum kepada pihak Facebook. Rudiantara sudah menyatakan bahwa Facebook bisa diancam sanksi berlapis mulai dari sanksi administrasi, sanksi hukuman badan sampai 12 tahun, dan sanksi denda sampai Rp12 miliar.


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

4 days Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.